Akurat
Pemprov Sumsel

Menkop Budi: Kopdes Merah Putih Adalah Hutang Sejarah untuk Koperasi dan Rakyat Desa

Demi Ermansyah | 12 Juni 2025, 10:05 WIB
Menkop Budi: Kopdes Merah Putih Adalah Hutang Sejarah untuk Koperasi dan Rakyat Desa

AKURAT.CO Menteri Koperasi (Menkop), Budi Arie Setiadi menyebut program pembentukan 80.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai bagian dari pelunasan hutang sejarah bangsa terhadap koperasi dan masyarakat desa.

Menurutnya, koperasi selama ini hanya menjadi jargon pembangunan ekonomi tanpa kehadiran nyata dalam struktur ekonomi nasional.

“Koperasi itu selalu disebut-sebut sebagai sokoguru ekonomi. Tapi faktanya, koperasi sering kali dilupakan. Kopdes Merah Putih adalah momentum kebangkitan koperasi dari desa,” ujar Budi Arie saat menyampaikan arahannya kepada jajaran pegawai Kemenkop, Kamis (12/6/2025).

Baca Juga: Kemenkop dorong Industri Penjaminan Dukung Pembiayaan Koperasi dan UMKM Indonesia

Program ini, lanjutnya, bukan hanya sekadar mandat teknokratis, melainkan juga bentuk keberpihakan pada keadilan ekonomi. Dalam konteks pemerintahan baru, koperasi didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam mendistribusikan kesejahteraan secara adil ke akar rumput.

Saat ini, tahapan pembentukan Kopdes Merah Putih hampir rampung dengan capaian 79.743 unit terbentuk melalui proses Musdesus di berbagai wilayah. Namun demikian, Budi Arie mengingatkan bahwa fase pengoperasian koperasi akan jauh lebih krusial dan kompleks.

“Jangan terlena dengan capaian angka. Tantangan sesungguhnya ada pada bagaimana kita mengoperasikan koperasi itu secara sehat, modern, dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga: Pembentukan Kopdes di Kaur Terkendala Jalan Rusak dan Tak Ada Listrik, Mendes Siap Cari Solusi

Tiga faktor utama yang menjadi prioritas untuk mendukung pengoperasian koperasi adalah: regulasi yang tidak multitafsir, mitigasi risiko yang adaptif, serta digitalisasi sistem yang terintegrasi. Ketiga aspek ini diyakini dapat menciptakan ekosistem koperasi yang tangguh di tingkat desa.

Menurut Budi Arie, keberhasilan program Kopdes Merah Putih dapat menjadi titik balik perubahan ekonomi desa. Ia menegaskan bahwa melalui koperasi yang kuat, konsep keadilan sosial yang diamanatkan konstitusi bisa diwujudkan secara nyata.

“Ini bukan sekadar program, ini perjuangan sejarah. Kita semua punya tanggung jawab moral agar tidak mengulang kegagalan masa lalu dalam memuliakan koperasi,” tegasnya.

Dengan bekal integritas, kerja cerdas, dan kerja keras, Kemenkop berharap Kopdes Merah Putih menjadi simbol baru perekonomian desa yang mandiri, adil, dan berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.