Akurat
Pemprov Sumsel

Penuh Tantangan, Penjualan Semen Nasional Turun 3 Persen di Semester I-2025

M. Rahman | 21 Juli 2025, 15:38 WIB
Penuh Tantangan, Penjualan Semen Nasional Turun 3 Persen di Semester I-2025

AKURAT.CO Volume penjualan industri semen di Indonesia turun 3,1% YoY per Juni 2025, dari 28 juta ton menjadi 27,2 juta ton.

Berdasarkan data Stockbit, Senin (21/7/2025), realisasi tersebut menandai penurunan volume penjualan semen pada periode semester pertama selama 3 tahun beruntun, jika mengecualikan Semen Grobogan.

Berdasarkan segmentasinya, volume penjualan semen curah (bulk) turun 10% YoY dari 8,5 juta ton ke 7,6 juta ton dan kontribusinya terhadap total penjualan berkurang menjadi 28%.

Penurunan ini terjadi seiring penurunan permintaan dari IKN, dengan volume penjualan di Kalimantan mengalami kontraksi 20% YoY selama paruh pertama 2025.

Di sisi lain, volume penjualan semen kantong (bag) tercatat stagnan secara tahunan selama paruh pertama 2025 di kisaran 19,6 juta ton, dengan kontribusi penjualan meningkat menjadi 72%.

Baca Juga: Over Kapasitas, Komisi VII Dukung Moratorium Izin Pabrik Semen

Manajemen INTP menjelaskan bahwa harga jual semen kantong perseroan tetap terjaga per Juni 2025, sedangkan sejumlah kompetitor mulai memberikan diskon atau promosi di area yang mengalami kontraksi.

Penurunan volume penjualan sendiri tercermin pada kinerja Indocement (INTP) dan Semen Indonesia (SMGR) selaku 2 pemain utama di industri semen. INTP mencatat penurunan volume penjualan semen sebesar 2,8% YoY selama paruh pertama 2025, sementara SMGR turun sebesar 2,2% YoY.

Market share gabungan INTP dan SMGR pun turun menjadi 77,1% selama paruh pertama 2025, lebih rendah dari level 79% pada periode 2023–2024.

Pelemahan ini utamanya disebabkan oleh market share SMGR yang terkikis menjadi 47,6% selama paruh pertama 2025 akibat penjualan domestik SMGR yang turun lebih dalam dibandingkan seindustri.

Sebaliknya, market share INTP selama paruh pertama 2025 sedikit naik menjadi 29,5% dari posisi tahun lalu 29,4%.

Melihat sisa tahun 2025, secara historis, volume penjualan pada semester kedua cenderung lebih tinggi dibandingkan semester pertama, didukung oleh akselerasi belanja pemerintah dan berkurangnya hari libur.

Namun, lemahnya realisasi penjualan pada paruh pertama 2025 mengharuskan penjualan pada paruh kedua 2025 untuk naik setidaknya sekitar 4–6% YoY agar estimasi 2025 sebesar tumbuh 1-2% dapat tercapai.

Adapun curah hujan yang tinggi, turunnya besaran insentif pada sektor properti, serta permintaan masyarakat yang lemah akan menjadi tantangan berat yang perlu dicermati. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa