Akurat
Pemprov Sumsel

Rantai Pasok Mulai Terganggu Akibat Aksi Anarkis, Kadin Tuntut Stabilitas Keamanan

Hefriday | 2 September 2025, 16:30 WIB
Rantai Pasok Mulai Terganggu Akibat Aksi Anarkis, Kadin Tuntut Stabilitas Keamanan

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan pentingnya stabilitas keamanan demi menjaga keberlangsungan rantai pasok dan kegiatan ekonomi nasional.

Gelombang aksi unjuk rasa anarkis yang terjadi di berbagai kota telah memicu gangguan distribusi barang hingga menekan aktivitas industri.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menuturkan situasi keamanan yang belum stabil berpotensi mendorong inflasi.

“Gangguan pada distribusi membuat pasokan terganggu. Jika tidak segera diatasi, harga barang akan naik dan inflasi sulit dikendalikan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Para pengusaha anggota Kadin melaporkan bahwa truk pengangkut bahan baku enggan beroperasi karena kekhawatiran keamanan. Kondisi tersebut menghambat pasokan ke pabrik dan menunda pengiriman barang ke sektor ritel, termasuk kebutuhan pangan.

Baca Juga: Kadin dan Brasil Bahas Kerja Sama Energi Transisi dan Agrikultur

Dampaknya mulai terasa pada kegiatan usaha mikro dan ultra mikro, terutama pengemudi ojek daring serta pelaku usaha kecil yang bergantung pada mobilitas masyarakat. 

“Banyak karyawan enggan masuk kantor, bahkan WFH diberlakukan di sejumlah kota. Namun, tidak semua pekerjaan bisa dilakukan dari rumah,” kata Anindya.

Dalam rapat daring itu, pengusaha dari berbagai sektor menyoroti risiko kenaikan harga barang akibat tersendatnya distribusi. 
 
“Pabrik tak bisa produksi, ritel tak dapat barang, sementara permintaan masyarakat tetap ada. Inilah yang menekan inflasi,” ungkapnya.

Kadin mendukung sikap tegas Presiden Prabowo Subianto yang meminta aparat keamanan mengendalikan situasi. Penegakan hukum dinilai penting agar rantai pasok kembali normal. 
 
“Pernyataan Presiden memberi ketenangan bagi dunia usaha. Kami mendukung langkah Polri dan TNI,” kata Anindya.

Selain mendorong stabilitas keamanan, Kadin juga menyampaikan perlunya kebijakan fiskal yang lebih ramah dunia usaha. Pajak, tarif bea masuk, dan harga energi yang terus meningkat dinilai menambah beban di tengah pelemahan daya beli masyarakat.

Kadin mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, untuk menjaga rantai pasok tetap bergerak. 
 
“Kepastian distribusi di sentra produksi harus dijamin, agar masyarakat tidak terjebak panic buying,” kata Anindya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa