Bos Bulog Pastikan Bantuan Pangan ke Sumatera Tak Ganggu Stok Nataru 2025
Hefriday | 9 Desember 2025, 16:37 WIB

AKURAT.CO Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan distribusi tambahan beras untuk penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak akan memengaruhi ketersediaan stok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dirinya menegaskan cadangan nasional tetap dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh wilayah Indonesia.
Rizal menjelaskan, peningkatan pergerakan stok dua hingga tiga kali lipat ke tiga provinsi terdampak bencana merupakan langkah khusus yang telah diperhitungkan dengan matang.
Kebijakan itu, kata dia, tidak akan mengurangi kecukupan cadangan beras pemerintah (CBP) yang menjadi tumpuan stabilisasi pangan nasional pada akhir tahun.
"Oh enggak. Jadi moving tambahan yang dua bahkan tiga kali lipat ini tidak akan mempengaruhi stok Natal dan tahun baru maupun stok nasional," ujar Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Bulog juga berencana mengeluarkan lebih banyak stok dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan ruang penyimpanan menghadapi puncak panen raya 2026 yang diproyeksikan berlangsung pada Februari, Maret, hingga April.
Menurut Rizal, langkah ini penting agar Bulog dapat menyerap gabah dan beras hasil panen petani secara optimal.
Dirinya menambahkan, meningkatnya penyaluran beras justru menciptakan ruang penyimpanan baru di gudang-gudang Bulog.
Dengan demikian, perusahaan dapat lebih sigap menampung hasil panen dari sentra produksi utama, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional pada tahun depan.
"Harapan kami makin banyak keluar, malah kami makin senang sehingga masih ada space, ruang gudang kami untuk bisa dimasukkan hasil panen di tahun 2026," kata Rizal.
Saat ini, stok cadangan beras pemerintah secara nasional mencapai 3,8 juta ton. Dengan kondisi tersebut, Bulog menilai kebutuhan pangan akhir tahun dapat dipenuhi tanpa hambatan, termasuk dalam skema penanganan bencana di wilayah terdampak.
Distribusi tambahan beras difokuskan langsung ke kabupaten dan kota di tiga provinsi, tanpa harus bergantung pada suplai dari Jakarta, Jawa Timur, atau wilayah lain.
Dengan cara ini, Bulog berharap bantuan dapat tersalurkan lebih cepat dan efisien kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, turut menegaskan bahwa kondisi stok nasional berada dalam level aman.
Saat meninjau Gudang Bulog di Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (3/12/2025), Amran menyebutkan cadangan mencapai 3,8 juta ton.
Amran juga menekankan bahwa wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berada dalam kondisi surplus beras.
Dirinya merinci, Aceh memiliki surplus 871 ribu ton, Sumatera Utara 1 juta ton, dan Sumatera Barat 500 ribu ton. “Jadi ada surplus,” ujar Amran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










