Kementrans Kucurkan Rp1,9 T, Fokus Infrastruktur dan SDM di Papua

AKURAT.CO Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membangun 454 unit toilet dan merenovasi lebih dari 500 sekolah di 154 kawasan transmigrasi sepanjang 2025.
Program ini menjadi bagian dari agenda revitalisasi untuk memperbaiki infrastruktur dasar sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di wilayah transmigrasi.
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan perbaikan sanitasi dan fasilitas pendidikan menjadi prioritas karena masih banyak kawasan transmigrasi yang tertinggal dari sisi layanan publik.
Baca Juga: Wamen ATR Tekankan Kehati-hatian Hukum dalam Penyelesaian Lahan Transmigrasi Gambut Jaya
"Tahun kemarin (2025), kita membangun 454 toilet di 154 kawasan transmigrasi. Renovasi sekolah lebih dari 500 unit," ujar Iftitah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurut dia, kondisi infrastruktur di sejumlah kawasan masih memprihatinkan. Beberapa sekolah bahkan hanya memiliki satu toilet untuk ratusan siswa, dengan kondisi rusak dan tanpa pasokan air bersih.
"Yang mohon maaf, gambaran itu cukup menyedihkan. Ada satu sekolah itu sekitar 121 jiwa, toiletnya hanya satu," katanya.
Fondasi Transformasi Kawasan
Program revitalisasi tidak hanya menyasar pembangunan fisik. Pemerintah juga menata ulang persoalan lama seperti kepastian hukum lahan melalui program Trans Tuntas. Langkah ini bertujuan memastikan hak masyarakat terlindungi secara administratif dan memiliki nilai ekonomi yang lebih kuat.
Selain itu, transformasi transmigrasi diarahkan pada perubahan paradigma pembangunan kawasan. Penataan lahan dilakukan agar statusnya bersih dan jelas sehingga dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga: AHY Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Penyelesaian Sertifikasi Tanah Masyarakat Transmigrasi
"Kita ingin status lahannya clean and clear, sehingga masyarakat punya kepastian hukum dan bisa berkembang secara ekonomi," ujar Iftitah.
Fokus Papua dan SDM Transmigrasi
Revitalisasi ini terintegrasi dengan program penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui Transmigrasi Patriot. Program tersebut menghadirkan tenaga muda terdidik ke kawasan transmigrasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Sejumlah lokasi prioritas antara lain Rempang (Kepulauan Riau), Mamuju (Sulawesi Barat), dan Merauke (Papua Selatan). Pemerintah menargetkan model pengembangan di tiga wilayah ini dapat direplikasi secara nasional.
"Kalau di tiga tempat ini sukses melakukan akselerasi, maka mungkin nanti akan kami mohonkan kepada Bapak Presiden agar ini direplika di tempat-tempat lain, khususnya kami akan fokus untuk menghapus kemiskinan di Papua," tutur Iftitah.
Dirinya menegaskan, pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Transmigrasi adalah mendorong pemberdayaan masyarakat lokal di Papua guna menciptakan ekosistem ekonomi baru.
"Jadi fokus, pesan dari Bapak Presiden adalah Kementerian Transmigrasi bantu rakyat Papua, hapus kemiskinan di Papua dengan memberdayakan masyarakat lokal untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru," tambahnya.
Anggaran 2026 Mencapai Rp1,9 Triliun
Untuk melanjutkan program revitalisasi dan transformasi, pagu anggaran Kementerian Transmigrasi pada 2026 ditetapkan sebesar Rp1,9 triliun. Anggaran tersebut terbagi dalam dua program utama, yakni dukungan manajemen sebesar Rp564 miliar dan program teknis Rp1,3 triliun untuk pengembangan kawasan transmigrasi berkelanjutan.
Kementrans juga mendorong pembiayaan alternatif melalui investasi dan industrialisasi kawasan transmigrasi, serta optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur dasar, penataan lahan, serta penguatan SDM, pemerintah berharap kawasan transmigrasi tidak lagi identik dengan ketertinggalan, melainkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di daerah, termasuk dalam upaya menekan kemiskinan di Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








