Akurat
Pemprov Sumsel

Jadi Solusi Sampah Jakarta Sebesar 8.000 Ton per Hari, Pemerintah Kebut PSEL Bantargebang

Esha Tri Wahyuni | 12 Maret 2026, 17:37 WIB
Jadi Solusi Sampah Jakarta Sebesar 8.000 Ton per Hari, Pemerintah Kebut PSEL Bantargebang
PSEL Bantargebang

AKURAT.CO Pemerintah mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, sebagai langkah strategis mengatasi krisis sampah Jakarta yang mencapai hampir 8.000 ton per hari. 

Proyek waste to energy ini menjadi sorotan setelah insiden longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang akibat hujan ekstrem beberapa waktu lalu.

Pemerintah menilai percepatan pembangunan PSEL penting untuk mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan konvensional sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi. 

Baca Juga: Danantara Umumkan Dua Pemenang Mitra Operator PSEL Bekasi dan Denpasar

Selain Bantargebang, proyek serupa juga direncanakan di Sunter dan satu wilayah lain di Jakarta sebagai bagian dari program PSEL tahap kedua yang akan dibangun di 14 kota di Indonesia hingga 2028.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, pembangunan fasilitas PSEL di Bantargebang menjadi prioritas pemerintah untuk mengurangi beban gunungan sampah di kawasan tersebut.

“Jakarta itu nanti ada di Bantargebang. Mudah-mudahan kejadian kemarin tidak terulang lagi. Itu menunjukkan kita memang perlu percepat, kita tidak ingin ada masalah lagi, kita ingin percepat,” ujar Zulkifli Hasan di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, volume sampah yang dikirim dari Jakarta ke TPST Bantargebang mencapai hampir 8.000 ton per hari. Kondisi tersebut membuat tumpukan sampah di lokasi itu kini menjulang tinggi. “Tumpukan sampah di Bantargebang itu sudah seperti gedung 17 lantai,” kata dia.

Dalam rencana proyek tersebut, fasilitas PSEL Bantargebang diproyeksikan mampu mengolah 3.000 ton sampah per hari, yang terdiri dari 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah lama yang telah menumpuk selama bertahun-tahun.

Jakarta Siapkan Tiga Lokasi Waste to Energy

Selain di Bantargebang, pemerintah juga menyiapkan pembangunan PSEL di dua wilayah lain di Jakarta. Salah satu lokasi yang disebut adalah kawasan Sunter, yang berada di dekat Jakarta International Stadium (JIS).

Pembangunan tiga fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut merupakan bagian dari program PSEL tahap kedua yang dicanangkan pemerintah.

Program ini tidak hanya menyasar Jakarta. Pemerintah merencanakan pembangunan 14 fasilitas PSEL di berbagai kota besar di Indonesia.

Beberapa kota yang masuk dalam daftar pembangunan tahap kedua antara lain Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, Tangerang, Kota Tangerang, hingga Serang. “Kita harapkan yang 14 PSEL ini pada pertengahan 2028 sampai akhir 2028 juga sudah jadi,” kata Zulkifli Hasan.

Percepatan pembangunan PSEL juga dipicu oleh insiden longsoran sampah di TPST Bantargebang yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di zona 4A pada sekitar pukul 14.30 WIB. Curah hujan yang ekstrem menyebabkan air masuk ke dalam gunungan sampah.

“Dengan tingginya curah hujan tersebut, air masuk ke dalam gunungan sampah di Bantargebang. Kondisi sampah yang licin akhirnya menyebabkan longsor,” ujarnya.

Longsoran sampah tersebut berdampak pada jalan operasional dan Sungai Ciketing yang tertutup sampah sepanjang sekitar 40 meter.

Setelah meninjau langsung lokasi kejadian, Pramono mengatakan pemerintah daerah segera melakukan normalisasi agar aktivitas di TPST Bantargebang dapat kembali berjalan.

“Saya meminta agar kondisi di Bantargebang segera dinormalkan kembali sehingga operasional pengelolaan sampah bisa berjalan seperti biasa,” katanya.

PSEL Jadi Strategi Baru Atasi Krisis Sampah 

Proyek waste to energy dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di kota besar seperti Jakarta. Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, teknologi ini juga memungkinkan konversi sampah menjadi energi listrik.

Dengan kapasitas pengolahan ribuan ton per hari, pembangunan PSEL diharapkan dapat mengurangi tekanan pada TPST Bantargebang yang selama puluhan tahun menjadi lokasi utama pembuangan sampah dari ibu kota.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.