Akurat
Pemprov Sumsel

Penumpang KAI Tembus 2,8 Juta di Periode Lebaran 2026, Okupansi Tembus 150 Persen

Esha Tri Wahyuni | 24 Maret 2026, 17:04 WIB
Penumpang KAI Tembus 2,8 Juta di Periode Lebaran 2026, Okupansi Tembus 150 Persen
Penumpang KAI

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026. Sepanjang 11 hingga 23 Maret 2026, total pengguna kereta api mencapai 2.820.174 pelanggan, terdiri dari Kereta Api Jarak Jauh dan KA Lokal dan okupansi 150%.

Data ini memperlihatkan tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah, sekaligus menegaskan posisi kereta api sebagai moda transportasi andalan yang nyaman, terjadwal, dan efisien.

Lonjakan ini juga menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat, terutama generasi muda, yang semakin mengandalkan transportasi massal berbasis rel.

Baca Juga: Rekor Baru, TIket KAI Terjual Lebih dari 4,49 Juta Kursi di Periode Lebaran 2026

Okupansi KAI Tembus 150 Persen

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pelanggan terjadi secara konsisten dari hari ke hari selama periode angkutan Lebaran.

"Selama periode angkutan Lebaran 11 hingga 23 Maret 2026, KAI telah melayani 2.820.174 pelanggan di Jawa dan Sumatra, terdiri dari 2.378.680 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dan 441.494 pelanggan KA Lokal," ujar Anne dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

Anne menambahkan, tren kenaikan terlihat jelas dari volume harian penumpang. Pada 22 Maret, jumlah pelanggan mencapai 242.773 dengan tingkat okupansi 150,7%. Angka tersebut kembali meningkat pada 23 Maret menjadi 246.987 pelanggan dengan okupansi mencapai 154,1%.

Menurut Anne, tingkat okupansi yang melebihi 100 persen bukan berarti kapasitas fisik kereta dilampaui, melainkan akibat pola perjalanan penumpang yang dinamis.

"Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia," jelasnya.

Arus Balik Lebaran 2026 Masih Tinggi, Tiket Hampir Habis

Memasuki fase arus balik, tren pergerakan penumpang masih menunjukkan angka tinggi. Hingga 24 Maret 2026 pagi, tercatat sebanyak 225.193 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh telah dijadwalkan berangkat, dengan tingkat okupansi sementara mencapai 137,8%.

"Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring pemesanan tiket yang terus berjalan," kata Anne.

Anne menjelaskan, fenomena ini dipengaruhi oleh pola mudik masyarakat yang tidak seragam. Sebagian memilih kembali ke kota asal setelah melaksanakan salat Idul Fitri di perantauan, sehingga puncak arus balik tidak terjadi dalam satu waktu.

Daftar Kereta Favorit Selama Lebaran 2026

Di tengah tingginya permintaan, sejumlah kereta api mencatat tingkat pemesanan tertinggi selama periode Lebaran. Beberapa di antaranya adalah KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.

Tingginya minat terhadap kereta-kereta tersebut menunjukkan preferensi masyarakat terhadap layanan dengan harga terjangkau dan rute strategis antar kota besar.

KAI mencatat hingga 24 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, tiket yang telah terjual mencapai 4.195.627 atau sekitar 93,3% dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026.

Secara rinci, penjualan tiket Kereta Api Jarak Jauh telah mencapai 3.616.273 tiket atau 101,2% dari kapasitas yang tersedia. Sementara itu, tiket KA Lokal terjual sebanyak 579.354 atau 62,5% dari total kapasitas.

Meski angka penjualan tinggi, KAI memastikan masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket arus balik.

"Masyarakat dapat memanfaatkan relasi alternatif, memilih jadwal keberangkatan berbeda, atau menggunakan layanan connecting train untuk perjalanan lanjutan," ujar Anne.

Strategi KAI Hadapi Lonjakan Penumpang Lebaran

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI mengoptimalkan skema perjalanan dan fleksibilitas layanan. Salah satunya melalui sistem kursi dinamis yang memungkinkan satu kursi digunakan oleh beberapa penumpang dalam rute berbeda.

Selain itu, KAI juga mendorong masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan ekstrem selama arus balik.

"Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan," kata Anne.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.