Akurat
Pemprov Sumsel

Sinyal Positif dari Iran, Dua Kapal Pertamina Segera Tinggalkan Selat Hormuz

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 28 Maret 2026, 15:16 WIB
Sinyal Positif dari Iran, Dua Kapal Pertamina Segera Tinggalkan Selat Hormuz
Kapal Pertamina International Shipping

AKURAT.CO PT Pertamina International Shipping (PIS) buka suara perihal nasib dua kapal tanker milik mereka yang masih berada di kawasan Selat Hormuz.

Dikabarkan bahwa Pemerintah Iran merespon positif permintaan Indonesia untuk memberikan izin dua kapal milik Pertamina melintasi Selat Hormuz.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus mengintensifkan pembahasan teknis terkait rencana pelintasan dua kapal di kawasan Selat Hormuz.

“PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” kata Vega kepada Akurat, Sabtu (28/3/2026).

Baca Juga: Dua Kapal Pertamina Menjauh dari Selat Hormuz, Bos Pertamina: Tujuannya Kenya dan India

Vega melanjut, kedua kapal tersebut saat ini masih berada di kawasan Teluk Arab atau Teluk Persia sambil menunggu kepastian prosedur pelayaran yang aman di tengah dinamika kawasan.

Menurut Vega, pembahasan teknis mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengaturan jalur pelayaran, jaminan keamanan, hingga koordinasi dengan otoritas setempat guna meminimalkan potensi risiko selama pelintasan.

“​Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ujarnya.

PIS, kata Vega, memastikan terus berkoordinasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan hingga proses pelintasan dapat dilakukan secara aman dan sesuai prosedur.

“Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemlu, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. ​Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” tutur Vega.

Masih Negosiasi

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal negosiasi untuk mengeluarkan kapal milik PT Pertamina di Selat Hormuz akan segera rampung.

Terdapat dua dari empat kapal milik PT Pertamina yang masih tidak bisa melintasi Selat Hormuz imbas ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

“Tapi sudahlah itu masih dalam negosiasi, kok. Insyaallah sebentar lagi, doain ya, sebentar lagi (negosiasinya) selesai,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Selasa (10/3/2026).

Terkait pasokan yang dibawa oleh kapal milik PT Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz, Bahlil menyebut bahwa kapal tersebut membawa minyak atau crude.

“Crude minyak ya,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.