Akurat
Pemprov Sumsel

3 Negara Minta Pupuk Urea Indonesia, Krisis Hormuz Dongkrak Peluang Ekspor

Esha Tri Wahyuni | 6 April 2026, 10:10 WIB
3 Negara Minta Pupuk Urea Indonesia, Krisis Hormuz Dongkrak Peluang Ekspor
ilustrasi Pupuk Urea

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan, tiga negara telah mengajukan permintaan impor pupuk urea dari Indonesia di tengah penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah.

Permintaan tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen pupuk strategis di pasar global.

“Kita akan ekspor (pupuk) urea karena kita produsen urea, beberapa negara sudah meminta. Ada tiga negara meminta,” ujar Amran saat meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama jajaran Bulog di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga: Ekspor Urea Tetap Jalan, Pemerintah Pastikan Stok Dalam Negeri Aman

Amran belum mengungkapkan identitas negara peminta karena proses negosiasi masih berlangsung. Pemerintah, kata dia, tengah mengupayakan harga terbaik agar ekspor memberikan nilai tambah optimal bagi perekonomian nasional.

“Ya nanti, kan ini masih nego (negosiasi), supaya harga kita agak lebih bagus,” katanya.

Di sisi pasokan, pemerintah memastikan ketersediaan pupuk dalam negeri tetap aman. Langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal tahun melalui pengamanan bahan baku.

Selain itu, stok beras nasional juga dalam kondisi kuat, mencapai 4,5 juta ton yang diproyeksikan cukup hingga 11 bulan ke depan.

Amran menegaskan stabilitas pangan domestik tetap terjaga meski terjadi gejolak global.

“Ketersediaan kita aman, tidak ada masalah signifikan terhadap harga pangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menegaskan ekspor hanya dilakukan jika kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi. Kebijakan ini menjadi prinsip utama pemerintah dalam menjaga ketahanan sektor pertanian.

“Yang penting Indonesia aman dulu baru ekspor,” kata Rahmad usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: Pupuk Indonesia Bangun 2 Pabrik Metanol, Dukung Mandatori B50 2026

Secara data, kapasitas produksi urea nasional mencapai 9,4 juta ton per tahun, dengan realisasi operasional sekitar 8,8 juta ton. Dari jumlah tersebut, kuota ekspor berkisar 1,5 juta ton, dengan penyaluran yang bersifat fleksibel mengikuti kondisi domestik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia secara rutin mengekspor urea ke sejumlah negara seperti Australia, India, dan Filipina. Namun, situasi saat ini menunjukkan lonjakan permintaan akibat gangguan rantai pasok global.

Penutupan Selat Hormuz jalur vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia memberikan dampak signifikan terhadap distribusi energi dan bahan baku pupuk, khususnya gas alam. Kondisi ini mendorong kenaikan harga urea global dari sekitar USD400 per ton menjadi USD800 per ton.

Kenaikan harga tersebut memperkuat daya tawar Indonesia sebagai salah satu produsen urea berbasis gas domestik.

Berbeda dengan banyak negara importir yang bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah, Indonesia relatif lebih stabil karena sebagian besar kebutuhan produksi dipenuhi dari dalam negeri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.