Krisis Timur Tengah Tekan Pasokan Avtur, 4 Bandara Italia Batasi BBM

AKURAT.CO Sejumlah bandara utama di Italia mulai memberlakukan pembatasan bahan bakar penerbangan atau jet A1 menyusul gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
Pembatasan diberlakukan di Bologna Airport, Milan Linate, Treviso, dan Venice Airport melalui pemberitahuan resmi Notice to Airmen (Notam). Kebijakan ini berlaku mulai 2 April hingga 9 April 2026.
Dalam Notam tersebut dikutip dari laman bloomberg, Air BP Italia menyatakan ketersediaan bahan bakar jet A1 berada dalam kondisi terbatas.
Baca Juga: Harga Avtur Naik 70 Persen, INACA Dorong Kenaikan TBA Penerbangan
Sedangkan untuk sejumlah bandara, penerbangan non-prioritas dibatasi maksimal 2.000 liter per pesawat, sementara Treviso mencapai 2.500 liter.
Prioritas diberikan untuk penerbangan medis, penerbangan negara, dan rute di atas tiga jam.
Kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa tekanan pasokan energi di Eropa mulai merembet ke sektor transportasi udara.
Menurut data Vortexa yang dikutip Bloomberg, sekitar 50% impor jet fuel Uni Eropa dan Inggris berasal dari kawasan Teluk Persia.
Bahkan laporan lain menyebut sekitar 40% impor jet fuel laut Eropa berasal dari wilayah tersebut.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, KAI Genjot Distribusi Avtur ke Yogyakarta International Airport
Secara historis, Selat Hormuz merupakan jalur strategis energi global yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Penutupan efektif jalur ini akibat eskalasi konflik di Timur Tengah langsung meningkatkan risiko pasokan minyak mentah, gas, dan avtur.
Bagi publik, dampak paling cepat adalah potensi perubahan jadwal penerbangan, pembatasan rute jarak pendek, hingga kenaikan harga tiket jika maskapai harus melakukan pengisian bahan bakar di bandara alternatif.
Ke depan, pasar akan memantau apakah pembatasan ini hanya bersifat sementara hingga 9 April atau berkembang menjadi gangguan operasional yang lebih luas menjelang musim libur dan musim panas di Eropa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










