Natural Hedge Indonesia Mampu Redam Dampak Guncangan Global, Kok Bisa?

AKURAT.CO Kenaikan harga minyak dunia akibat memanasnya tensi geopolitik global dinilai tidak selalu menjadi kabar buruk bagi Indonesia.
Merespon hal tersebut, Ekonom senior INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik Rachbini, menilai Indonesia justru memiliki bantalan ekonomi alami atau natural hedge yang dapat menjadi penopang saat krisis energi global terjadi.
Menurut Didik, kekuatan utama Indonesia terletak pada sektor berbasis sumber daya alam (SDA), mulai dari batu bara, minyak dan gas, panas bumi, hingga komoditas perkebunan seperti CPO, karet, kakao, dan kopi.
Baca Juga: KESDM Minta K3S Prioritaskan Minyak untuk Kilang Dalam Negeri
“Di balik tekanan krisis, ada peluang yang harus dimanfaatkan. Indonesia memiliki keunggulan struktural di sektor SDA yang mampu menjadi shock absorber,” tulis Didik melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Lebih lanjut Didik menegaskan bahwa di saat harga minyak global naik, sejumlah sektor komoditas domestik justru berpotensi memperoleh windfall profit.
Sektor batu bara, misalnya, dinilai menjadi substitusi langsung energi minyak yang permintaannya cenderung meningkat saat harga minyak melonjak.
"Hal yang sama juga berlaku pada sektor nikel, timah, dan bauksit yang menopang rantai industri global, termasuk kendaraan listrik dan elektronik. Selain itu, depresiasi rupiah dalam kondisi krisis dinilai justru memberi keuntungan tambahan bagi eksportir," ujar Didik.
Baca Juga: Energi Terbarukan Skala Kecil: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya
Sebab, tambah Didik, biaya produksi sebagian besar berbasis rupiah, sementara hasil ekspor diterima dalam dolar AS, yen, maupun yuan.
Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan daya saing ekspor nasional sekaligus memperkuat cadangan devisa.
Didik menegaskan, pemerintah perlu memanfaatkan momentum ini dengan strategi fiskal adaptif agar tambahan keuntungan dari lonjakan harga komoditas dapat dioptimalkan untuk menopang stabilitas ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









