Akurat
Pemprov Sumsel

Natural Hedge Indonesia Mampu Redam Dampak Guncangan Global, Kok Bisa?

Andi Syafriadi | 10 April 2026, 07:10 WIB
Natural Hedge Indonesia Mampu Redam Dampak Guncangan Global, Kok Bisa?
Prof Didik J Rachbini menilai krisis harga minyak global bisa menjadi peluang bagi Indonesia melalui penguatan sektor SDA sebagai natural hedge ekonomi (foto ilustrasi)

AKURAT.CO Kenaikan harga minyak dunia akibat memanasnya tensi geopolitik global dinilai tidak selalu menjadi kabar buruk bagi Indonesia.

Merespon hal tersebut, Ekonom senior INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik Rachbini, menilai Indonesia justru memiliki bantalan ekonomi alami atau natural hedge yang dapat menjadi penopang saat krisis energi global terjadi.

Menurut Didik, kekuatan utama Indonesia terletak pada sektor berbasis sumber daya alam (SDA), mulai dari batu bara, minyak dan gas, panas bumi, hingga komoditas perkebunan seperti CPO, karet, kakao, dan kopi.

Baca Juga: KESDM Minta K3S Prioritaskan Minyak untuk Kilang Dalam Negeri

“Di balik tekanan krisis, ada peluang yang harus dimanfaatkan. Indonesia memiliki keunggulan struktural di sektor SDA yang mampu menjadi shock absorber,” tulis Didik melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Lebih lanjut Didik menegaskan bahwa di saat harga minyak global naik, sejumlah sektor komoditas domestik justru berpotensi memperoleh windfall profit.

Sektor batu bara, misalnya, dinilai menjadi substitusi langsung energi minyak yang permintaannya cenderung meningkat saat harga minyak melonjak.

"Hal yang sama juga berlaku pada sektor nikel, timah, dan bauksit yang menopang rantai industri global, termasuk kendaraan listrik dan elektronik. Selain itu, depresiasi rupiah dalam kondisi krisis dinilai justru memberi keuntungan tambahan bagi eksportir," ujar Didik.

Baca Juga: Energi Terbarukan Skala Kecil: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya

Sebab, tambah Didik, biaya produksi sebagian besar berbasis rupiah, sementara hasil ekspor diterima dalam dolar AS, yen, maupun yuan.

Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan daya saing ekspor nasional sekaligus memperkuat cadangan devisa.

Didik menegaskan, pemerintah perlu memanfaatkan momentum ini dengan strategi fiskal adaptif agar tambahan keuntungan dari lonjakan harga komoditas dapat dioptimalkan untuk menopang stabilitas ekonomi nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.