Akurat
Pemprov Sumsel

Calon Ketua BPP Hipmi, Anthony Leong: Perlu Keberpihakan Perbankan ke Pengusaha Muda Daerah Demi Perbaikan Distribution of Wealth

Yosi Winosa | 8 April 2026, 19:42 WIB
Calon Ketua BPP Hipmi, Anthony Leong: Perlu Keberpihakan Perbankan ke Pengusaha Muda Daerah Demi Perbaikan Distribution of Wealth
Calon Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) 2026-2029, Anthony Leong

AKURAT.CO Calon Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) 2026-2029, Anthony Leong menekankan pentingnya akses pembiayaan perbankan ke pengusaha mengengah di daerah.

Hal ini demi memperbaiki distribusi kesejahteraan atau welath distribution di kalangan masyarakat. Hipmi yang sudah berdiri selama 54 tahun, lanjutnya, senantiasa jadi mesin penggerak ekonomi nasional dan menjadi alat perjuangan pengusaha di daerah.

"Hipmi selalu mendorong pengusaha kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar, besar menjadi konglomerat. Jangan sampai pengusaha yang bergabung di Hipmi itu stunting atau kerdil ataupun makin turun scale of economy nya," ujar Anthony saat mengambil formulir calon Ketum BPP Hipmi 2026-2029 di Menara Bidakara 2 Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Menurut Anthony, saat ini belum ada keberpihakan perbankan nasional ke umkm. Hanya pengusaha besar yang memiliki akses permodalan ke perbankan. Untuk itu, tren buruk ini harus diputus. Pengusaha kecil menengah, ibarat sebuah lubang donut yang tak diperhatikan sama sekali oleh perbankan dan pemerintah.

"Mohon maaf, hari ini kondisinya banyak insentif untuk pengusaha mikro, banyak fasilitas untuk pengusaha besar. Tapi bagaimana pengusaha menengah? Ada hampir 56 juta pengusaha Indonesia, tapi berapa yang ada di kelas menegah? Semoga dengan kesolidan teman-teman Hipmi,distribution of wealth masyarakat bisa lebih merata ke depan," papar Anthony.

Usung 3 Quick Win

Sebagai salah satu calon ketua, Anthony mengusung 3 fokus utama yakni akses kolaborasi, akses networking dan akses permodalan. Hipmi saat ini sudah memiliki jaringan badan pengurus cabang hingga kabupaten dan kota.

Untuk itu, ia akan mendorong Hipmi menjadi ekosistem atau rumah besar pengusaha muda di berbagai daerah di Indonesia. Dengan brand yang cukup luar biasa, rasanya bukan hal yang mustahil untuk mewujudkannya.

"Pengusaha muda harus naik kelas jangan sampai seperti kata Pak Prabowo bahwa pengusaha itu 4L, lo lagi lo lagi. Rezim pemerintahan sudah berganti, pemimpin politik sudah berganti, tapi jangan sampai pengusaha itu itu saja," ujarnya.

Anthony juga berharap munas kali ini berlangsung tidak bergitu intens sehingga setelah munas usai, semua bisaa langsung bekerja sama dengan seluruh K/L, pemerintah pusat dan pemeirntah daerah. Munas kali ini menurutnya merupakan sebuah pertandingan persahabatan dan persaudaraan.

"Kami merupakan calon pertama yang mengambil formulir. Ini menunjukan komitmen kami, kesiapan kami dalam memimpin BPP Hipmi ke depan. kami yakin hipmi bisa menjadi mesin penggerak ekonomi nasional. Tentu Hipmi harus jadi mitra staregis pemerintah dan harus bisa menjawab permasalahan ke depan," tuturnya.

"Hipmi adalah organisasi kader dengan periodesasi hanya 3 tahun dan tentu dalam 3 tahun ke depan perlu kesolidan dan kerja sama semua pengusaha muda di daerah," ujar Anthony lagi.

Diakuinya, selama berkeliling di hampir 29 provinsi selama 8 bulan terakhir, besar harapan dari teman-teman pengusaha muda daerah agar kerja sama antara pengusaha dan pemeirntah bisa lebih intens dan komprehensif lagi.

"Banyak benang merah dan aspirasi yang saya dengar, tentang bagaimana membuka akses kolaborasi dengan pemerintah dan pengusaha nasional. Saya punya tanggung jawab moral membukakan mereka networking dan akses ke industri nasional ke depan. Jangan sampai pengusaha muda di daerah hanya jadi penonton, tapi harus juga bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi nasional ke depan," papar Anthony.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.