Akurat
Pemprov Sumsel

Dukung Hilirisasi Pertanian, Mentan Segera Lapor ke Presiden Prabowo Soal Inovasi Pakan Ayam ITB

Esha Tri Wahyuni | 11 April 2026, 21:54 WIB
Dukung Hilirisasi Pertanian, Mentan Segera Lapor ke Presiden Prabowo Soal Inovasi Pakan Ayam ITB
Mentan RI, Andi Amran Sulaiman

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman akan segera membawa inovasi pakan ayam berbasis probiotik hasil riset Institut Pertanian Bogor (IPB University) ke Presiden Prabowo Subianto, jika terbukti memenuhi target produksi dan efisiensi di lapangan.

Dalam kunjungan ke Science Techno Park IPB di Bogor, Sabtu (11/4/2026), Amran menegaskan pemerintah membuka peluang pembelian massal hasil riset tersebut sebagai bagian dari strategi hilirisasi sektor peternakan. “Kalau bisa capai target, saya siap bawa ke Presiden, kita beli. Jangan ragu. Ini peluang besar,” ujar Amran.

Inovasi ini dikembangkan oleh peneliti IPB University Ivan Taufik Nugraha. Ia menjelaskan pakan berbasis probiotik dan antikoksi tersebut mampu meningkatkan efisiensi konsumsi, kesehatan ayam, hingga produktivitas telur. “Biasanya bobot telur bisa nambah 20 sampai 30 persen,” kata Ivan.

Baca Juga: Bulog Salurkan 51.211 Ton Jagung di 2025, Harga Pakan Ternak Terjaga

Selain itu, riset juga menargetkan percepatan pertumbuhan ayam kampung. Pemerintah membidik durasi pemeliharaan bisa dipangkas signifikan.

“Kalau ayam kampung bisa dipercepat, misalnya 30–40 hari sudah satu kilogram, itu luar biasa,” ujar Amran.

Produksi Pakan Ayam Menjadi Kunci efisiensi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi daging ayam ras nasional mencapai lebih dari 3,2 juta ton pada 2024, sementara konsumsi terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan daya beli.

Di sisi lain, biaya pakan menyumbang sekitar 60–70%dari total biaya produksi peternakan ayam, menjadikannya faktor kunci efisiensi industri.

Selama ini, peternak juga menghadapi tantangan penyakit koksidiosis yang dapat menyebabkan kematian massal. Ivan menyebut inovasi antikoksi dalam pakan menjadi solusi untuk menekan risiko tersebut.

“Koksidiosis itu menyebabkan diare parah dan bisa menyebabkan kematian cukup tinggi, serta menyebar dalam satu kandang,” jelasnya.

Pendekatan probiotik juga dinilai mampu meningkatkan penyerapan nutrisi pada sistem pencernaan ayam, yang selama ini belum optimal. “Ketika kandang bau, artinya proteinnya tidak terserap dengan optimal,” kata Ivan.

Dampak terhadap Publik dan Pasar

Jika berhasil diimplementasikan secara luas, inovasi ini berpotensi menekan biaya produksi peternak melalui efisiensi pakan dan menurunkan angka kematian ternak. Peningkatan produktivitas telur hingga 30% juga dapat memperkuat pasokan protein hewani nasional dan menjaga stabilitas harga di pasar.

Bagi peternak ayam kampung, percepatan masa panen menjadi 30–40 hari dapat meningkatkan perputaran modal dan margin usaha. Hal ini relevan di tengah fluktuasi harga pakan dan tekanan biaya operasional.

Dari sisi industri, hilirisasi riset ini sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor pakan dan memperkuat ekosistem peternakan berbasis inovasi dalam negeri.

Pemerintah menegaskan akan menyerap inovasi tersebut dalam skala besar jika uji lapangan menunjukkan hasil sesuai target. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mempercepat hilirisasi riset pertanian agar tidak berhenti di laboratorium.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.