Akurat
Pemprov Sumsel

Bahlil Sebut Impor LPG dari Rusia Masuki Tahap Finalisasi

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 17 April 2026, 20:53 WIB
Bahlil Sebut Impor LPG dari Rusia Masuki Tahap Finalisasi
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan rencana impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia saat ini telah memasuki tahap finalisasi.

Adapun, rencana impor LPG dari Rusia merupakan salah satu pembahasan yang dilakukan oleh Bahlil bersama dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev.

“Nah insyaallah Rusia sekarang dalam kalau untuk LPG dalam taraf finalisasi, ya kita doakan bisa cepat selesai,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (17/4/2026).

Pasokan LPG Nasional Masih Aman

Bahlil menjelaskan, konsumsi LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8,6 juta ton, dan diproyeksikan meningkat hingga 10 juta ton per tahun pada periode 2026–2027.

Baca Juga: Bahlil Targetkan Impor Minyak dari Rusia Terlaksana Bulan Ini

Kenaikan tersebut salah satunya didorong oleh kebutuhan industri, termasuk proyek petrokimia Lotte yang diperkirakan menyerap sekitar 1,5 juta ton LPG per tahun.

Di sisi lain, produksi LPG domestik masih terbatas, yakni hanya sekitar 1,6 juta ton, sehingga ketergantungan terhadap impor masih cukup tinggi.

Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi pasokan LPG nasional saat ini masih dalam batas aman.

“Pertamina, dengan kami di ESDM, dan semua pemanggku kepentingan selalu melakukan konsolidasi untuk mencari alternatif-alternatif terbaik dan sekarang posisi LPG kita di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah clear,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Bahlil melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada hari Selasa (14/4) waktu setempat.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya. 

Adapun, dalam turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan energi Rusia, antara lain Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama energi yang dapat segera ditindaklanjuti, terutama kepastian pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). 

Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia salah satunya suplai minyak dan gas bumi dan penyimpanan (storage).

“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dimana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Kita akan bisa mendapatkan LPG,” kata Bahlil. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.