Mendag Sebut 80 Persen Produk Ritel Modern Dikuasai Lokal

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat strategi bersama untuk menjaga kinerja perdagangan nasional di tengah tekanan global.
Dengan capaian terbaru 80% produk ritel modern berasal dari dalam negeri serta transaksi ekspor UMKM mencapai USD134,8 juta atau setara Rp2,6 triliun sepanjang 2025.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso menegaskan, sinergi pemerintah dan dunia usaha difokuskan pada penguatan pasar domestik, ekspansi ekspor, serta peningkatan daya saing produk lokal.
Baca Juga: Kemendag Dorong UMKM Masuk Ritel Modern Lewat Ini
“Di tengah tantangan global, Indonesia menjaga kinerja perdagangan melalui penguatan pasar domestik, ekspansi pasar ekspor, dan penguatan daya saing produk lokal untuk pasar global dengan dukungan penuh Kadin,” ujar Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Dirinya mengungkapkan, dominasi produk lokal di ritel modern menjadi indikator konkret penguatan pasar dalam negeri. Berdasarkan pemantauan Kemendag, sekitar 80% produk yang beredar di ritel modern saat ini merupakan produk dalam negeri.
“Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama Kemendag dengan asosiasi pelaku usaha,” jelasnya.
Selain itu, program UMKM BISA Ekspor mencatatkan kinerja signifikan. Sepanjang 2025, nilai transaksi mencapai USD134,8 juta atau sekitar Rp2,6 triliun, dengan sekitar 70% pelaku merupakan eksportir baru. Kemendag juga mengandalkan jaringan 46 perwakilan perdagangan di 33 negara untuk mempertemukan pelaku usaha dengan buyer global.
Penguatan pasar domestik dan ekspor menjadi strategi utama pemerintah dalam menjaga surplus neraca perdagangan Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir relatif stabil.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama lebih dari 50 bulan berturut-turut hingga 2025, meskipun nilainya fluktuatif akibat perlambatan ekonomi global.
Tekanan eksternal seperti perlambatan ekonomi di negara maju, ketegangan geopolitik, serta tren proteksionisme perdagangan menjadi faktor yang mendorong pemerintah memperkuat basis domestik sekaligus memperluas akses pasar ekspor.
Dalam konteks ini, Kemendag menjalankan tiga program utama, yakni pengamanan pasar dalam negeri melalui instrumen trade remedies seperti antidumping dan safeguard, perluasan pasar ekspor lewat perjanjian dagang, serta program “Dari Lokal untuk Global”.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan program Campuspreneur yang telah menggandeng 19 perguruan tinggi sejak diluncurkan pada Maret 2026, serta program Desa BISA Ekspor untuk memperluas basis eksportir hingga level daerah.
Dominasi produk lokal di ritel modern berpotensi meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan memperkuat industri dalam negeri. Sektor UMKM, yang menyumbang lebih dari 60% PDB RI menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, jadi penerima manfaat utama kebijakan ini.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N. Bakrie menyatakan, dunia usaha tetap menjaga ekspansi meskipun menghadapi tekanan ekonomi global dan domestik.
“Di tengah tekanan ekonomi dan global, dunia usaha memilih tetap bertumbuh melalui efisiensi dan ekspansi, dengan dukungan kebijakan yang memberi ruang napas, membuka hambatan, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.
Anindya menambahkan, pelaku usaha membutuhkan kebijakan yang adaptif, termasuk relaksasi pembiayaan dan penyederhanaan regulasi untuk menjaga daya tahan bisnis.
“Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk memastikan berbagai peluang tetap dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus menjaga daya tahan sektor usaha nasional di tengah dinamika global,” tambahnya.
Kemendag dan Kadin menargetkan Rakornas 2026 menghasilkan peta jalan perdagangan nasional periode 2025–2029, dengan fokus pada peningkatan ekspor dan kontribusi perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









