Akurat Logo

Harga Minyak Melonjak usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus USD95

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 11 Juni 2026, 14:11 WIB
Harga Minyak Melonjak usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus USD95
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% setelah Iran menutup Selat Hormuz. Pasar khawatir pasokan energi global terganggu.

AKURAT.CO Harga minyak dunia melonjak lebih dari USD2 per barel pada perdagangan Kamis setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz.

Mengutip dari laman Reuters, Kamis (11/6/2026) harga minyak mentah Brent naik USD2,30 atau 2,47% menjadi USD95,40 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat USD2,60 atau 2,89% menjadi USD92,63 per barel. Bahkan, pada awal sesi perdagangan, harga WTI sempat melonjak lebih dari USD3 per barel.

Kenaikan harga terjadi setelah Komando Militer Gabungan Tertinggi Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak maupun kapal komersial. Iran menyatakan setiap kapal yang berupaya melintasi jalur tersebut akan menjadi sasaran tembakan.

Baca Juga: Pertamax Naik, Pakar: Langkah Realistis untuk Jaga APBN di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Namun demikian, militer Amerika Serikat menyebut aktivitas pelayaran komersial di kawasan tersebut masih berlangsung. Washington juga membantah laporan media pemerintah Iran yang menyebut kapal perang AS di sekitar Selat Hormuz menjadi target serangan rudal dan drone.

Ketegangan di kawasan kembali meningkat setelah pasukan AS melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu setempat.

Serangan tersebut menjadi babak terbaru dalam eskalasi konflik kedua negara yang sebelumnya sempat mereda setelah tercapainya gencatan senjata pada awal April.

Penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian pasar karena jalur tersebut selama ini dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia. Gangguan terhadap lalu lintas energi global berpotensi memperketat pasokan dan mendorong harga minyak bertahan pada level tinggi.

Di sisi lain, data Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 7,2 juta barel menjadi 426,5 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni. Penurunan tersebut lebih besar dibandingkan perkiraan analis yang memperkirakan penyusutan sekitar 4 juta barel.

EIA juga mencatat total persediaan minyak mentah AS, termasuk cadangan strategis, telah berkurang sekitar 79 juta barel sejak konflik Iran memanas.

Baca Juga: Serangan Israel ke Lebanon Angkat Harga Minyak ke Level Tertinggi

Penurunan ini terjadi seiring upaya Amerika Serikat meningkatkan pasokan untuk menutup kekurangan yang muncul akibat terganggunya arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.