Menperin Agus: BRICS Jalan Baru Indonesia Perluas Kemitraan Industri Global

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian memperkuat jejaring kerja samal antara Indonesia dan Rusia lewat pertemuan pada BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) Forum 2026 di Xiamen, China.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi kedua negara untuk memperluas kolaborasi industri, perdagangan, investasi, hingga pengembangan teknologi industri masa depan.
“Forum BRICS tentang PartNIR sangat penting bagi kami. Kami sangat menghargai dukungan Pemerintah Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS dan akan sangat tertarik untuk mendengar pandangan mengenai arah masa depan kerja sama industri dalam kerangka BRICS,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (11/6/026).
Baca Juga: Kemenperin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,59 Triliun untuk Perkuat Daya Saing Industri
Agus menyampaikan, keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan langkah strategis untuk memperluas kolaborasi ekonomi dan industri dengan negara-negara mitra potensial.
Forum BRICS PartNIR menjadi ruang dialog bagi negara-negara anggota untuk memperkuat kolaborasi pada sektor industri baru, inovasi teknologi, hilirisasi, hingga pengembangan rantai pasok global yang lebih tangguh dan inklusif.
Dalam pertemuan bilateral antara Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Tri Supondy bertemu dengan Counsellor from the Russian Trade Mission in China, Russian Federation, Andrei Gorobets, yang membahas berbagai peluang penguatan kerja sama industri kedua negara.
Dirjen KPAII menyampaikan, penguatan komunikasi dan kemitraan internasional menjadi langkah penting dalam membuka akses pasar, memperluas jejaring industri nasional, serta menciptakan kolaborasi industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
“Sinergi Indonesia dan Rusia juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri kedua negara,” tuturnya.
Dari sisi perdagangan, hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan bilateral nonmigas pada Triwulan I-2026 mencapai sekitar USD1 miliar atau meningkat 1,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, ekspor Indonesia ke Rusia pada 2024 tercatat mencapai USD3,3 miliar, naik signifikan sebesar 13,38% dibandingkan tahun sebelumnya. Produk unggulan Indonesia yang diekspor ke Rusia antara lain produk karet, kopi, kakao dan teh, alas kaki, komponen elektronik, serta produk kimia.
Lebih lanjut, pertemuan bilateral tersebut juga menjadi ajang untuk membahas peluang kolaborasi yang lebih luas dalam kerangka BRICS, terutama menjelang keketuaan China pada tahun mendatang.
Baca Juga: Kemenperin Pastikan Pasokan Bahan Baku Tekstil Usai Insiden Pipa MCCI Pecah
Indonesia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk semakin meningkatkan banyak kerja sama industri dan investasi antarnegara anggota BRICS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








