75 Persen Kebutuhan Susu Nasional Masih Dipenuhi dari Impor, Wamenko Pangan Kebut Roadmap Persusuan

AKURAT.CO Pemerintah mempercepat penyusunan roadmap kemandirian susu nasional setelah produksi susu dalam negeri masih jauh dari kebutuhan nasional.
Saat ini Indonesia hanya mampu memproduksi sekitar 1 juta ton susu per tahun, sementara kebutuhan masyarakat telah mencapai sekitar 4 juta ton per tahun.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, kondisi tersebut membuat Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi sekitar 75% kebutuhan susu nasional.
Karena itu, pemerintah mendorong percepatan penyusunan roadmap persusuan nasional yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
"Langkah kita semua, kegotongroyongan kita semua, untuk segera menyelesaikan roadmap dari produksi susu mulai dari hulu dan hilir, segera wajib kita lakukan," kata Hanif saat menghadiri Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Menurut Hanif, percepatan roadmap menjadi penting karena kebutuhan susu masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kesadaran konsumsi gizi. Namun, kapasitas produksi dalam negeri belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut.
"Indonesia baru bisa memproduksi sekitar 1 juta ton susu per tahun, sementara kebutuhan mencapai sekitar 4 juta ton. Hampir 80 persen lebih diperoleh dari impor," ujarnya.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan Indonesia selama bertahun-tahun masih menjadi negara pengimpor bahan baku susu terbesar di kawasan Asia Tenggara. Sebagian besar pasokan berasal dari negara produsen utama seperti Selandia Baru, Australia, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
Pemerintah menilai kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga berhubungan dengan agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
Konsumsi protein hewani, termasuk susu, menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda di tengah periode bonus demografi yang sedang berlangsung.
Hanif menegaskan penguatan sektor persusuan nasional harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, lembaga riset hingga masyarakat.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan riset untuk menghasilkan sapi perah yang lebih adaptif terhadap iklim tropis Indonesia sehingga produktivitas dapat meningkat.
"Kita membutuhkan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan agar sistem peternakan susu nasional menjadi lebih efisien dan berkelanjutan," kata Hanif.
Selain meningkatkan produksi susu segar, pemerintah juga mendorong hilirisasi industri persusuan guna memperbesar nilai tambah di dalam negeri. Integrasi antara sektor peternakan, pengolahan, distribusi, dan pemasaran dinilai menjadi kunci untuk memperkuat daya saing industri susu nasional.
Hanif berharap momentum Hari Susu Nusantara tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik awal percepatan pembangunan ekosistem persusuan nasional untuk mendukung ketahanan pangan, perbaikan gizi masyarakat, dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
"Kita sedang menikmati bonus demografi. Karena itu penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi agenda yang sangat strategis bagi masa depan bangsa," ujar Hanif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








