Akurat Logo

B50 Siap Meluncur, Pemerintah Bidik Nol Impor Solar

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 18 Juni 2026, 18:39 WIB
B50 Siap Meluncur, Pemerintah Bidik Nol Impor Solar
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan hasil uji coba biodiesel 50 persen (B50) menunjukkan kinerja yang positif.

Bahlil mengatakan, pengujian teknis telah dilakukan oleh tim Kementerian ESDM yang dipimpin Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).

Hasil uji coba tersebut menunjukkan performa B50 yang dinilai lebih baik dibandingkan campuran biodiesel sebelumnya.

Baca Juga: Rapat dengan Menko Airlangga, Bahlil Ungkap Nasib Subsidi dan B50

“Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang dilakukan oleh tim kami dari ESDM dan dipimpin oleh Dirjen EBTKE dan hasilnya sangat mengembirakan,” kata Bahlil saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Kamis (18/6/2026).

Bahlil menjelaskan, salah satu temuan dari pengujian tersebut adalah kandungan air pada B50 yang lebih rendah dibandingkan B40. Kondisi ini dinilai dapat mendukung kualitas bahan bakar yang lebih baik.

Pengujian B50 juga telah dilakukan pada berbagai jenis kendaraan dan peralatan, mulai dari alat berat, kapal, kereta api, kendaraan operasional lainnya, hingga peralatan sektor pertambangan dan pertanian.

“Dan ini sudah dilakukan uji coba di berbagai kendaraan, baik itu alat berat, kapal, kereta api, dan beberapa kendaraan yang lainnya. Apalagi tambang, eksavator, semuanya alat pertanian, semuanya sudah dilakukan,” ujarnya.

Dengan hasil pengujian tersebut, pemerintah semakin yakin untuk mengimplementasikan program B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026.

Bahlil menambahkan, penerapan B50 diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, khususnya solar.

“Jadi insyaallah kami sangat optimis untuk implementasi launching daripada B50 itu akan dilakukan nanti di 2026 1 Juli. Dengan demikian maka itu kita akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar. Khususnya C48 ya,” ucap Bahlil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.