Dua PLTU Disinyalir Jadi Biang Kerok Pemadaman Bergilir, Plt Dirjen Gatrik: Sudah Tidak Masalah

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan dua unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang sempat mengalami gangguan dan dikabarkan menjadi penyebab pemadaman bergilir.
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Ketenagalistrikan, Tri Winarno mengatakan, dua PLTU tersebut adalah PLTU Cilacap 1 dan 4. Saat ini, pengoperasian dua PLTU tersebut sudah berangsur pulih.
Adapun, PLTU Cilacap 1 memiliki kapasitas daya sebesar 1x300 megawatt (MW), sedangkan Cilacap 4 atau unit 3A memili kapasitas daya sebesar 1x1.000 MW.
“PLTU itu PLTU Cilacap 1 sama 4. Insyaallah sudah enggak ada masalah,” kata Tri di Kementerian ESDM, Senin (22/6/2026).
Tri menjelaskan, gangguan yang terjadi pada kedua unit pembangkit tersebut disebabkan oleh kegiatan pemeliharaan (maintenance). “Sebenarnya maintenance sih, maintenance,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tri menegaskan, kondisi sistem kelistrikan saat ini telah kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman bergilir yang dilakukan PLN. “Ini kan sudah normal. Enggak, insyaallah enggak, insyaallah enggak,” tutur Tri.
Diberitakan sebelumnya, PT PLN (Persero) terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan Jawa yang saat ini berangsur pulih. Upaya penormalan dilakukan melalui percepatan pemulihan gangguan pembangkit listrik serta pengamanan pasokan energi primer.
Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa salah satu pembangkit listrik milik mitra swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang mengalami gangguan operasional pada pekan lalu telah berhasil dipulihkan.
Pembangkit tersebut kembali beroperasi dan tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu (21/6) pukul 18.00 WIB.
"Salah satu pembangkit besar yang sempat gangguan telah berhasil dipulihkan dan telah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa serta mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa.
"Dengan demikian, pemadaman bergilir yang terjadi pada minggu lalu saat ini telah berhasil diminimalisasi,” kata Darmawan dalam konferensi pers, Minggu (21/6/2026) malam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 5Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 6Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Turki vs Paraguay: Saatnya Crescent-Stars Bangkit atau La Albirroja Ciptakan Kejutan?
- 8Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 9KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim, Kejar Aliran Uang dan Aset Hasil Pemerasan WNA
- 10Prabowo Jalin Kerja Sama dengan Imperial College London, Bangun 10 Universitas Kedokteran dan Sains di Indonesia







