Akurat
Pemprov Sumsel

Kompetisi Sepakbola Putri Junior Mulai Kompetitif, Awal Kelahiran Pemain Timnas Indonesia

Leo Farhan | 2 Juni 2025, 16:58 WIB
Kompetisi Sepakbola Putri Junior Mulai Kompetitif, Awal Kelahiran Pemain Timnas Indonesia
 
AKURAT.CO, Antusiasme pesepakbola putri semakin menunjukkan tren positif, ditandai dari keikutsertaan 1.711 siswi dari 71 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam kompetisi MilkLife Soccer Challenge - Bandung 2025.
 
Jumlah peserta semakin tumbuh dari seri ke seri. Pada seri pertama di bulan Juni 2024, turnamen dikuti sebanyak 536 siswi dari 22 SD dan MI. Kemudian jumlah tersebut melonjak tiga kali lipat pada seri kedua hingga 1.564 siswi dari 68 SD dan MI.
 
Hal tersebut disyukuri oleh Wali Kota, Bandung Muhammad Farhan, yang berharap para pemain putri ini dapat menunjukkan potensi mereka untuk mengisi posisi sebagai pemain inti timnas putri Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
 
 
"Mereka sudah bisa berpikir untuk menggunakan teknik dan menggunakan strategi. Tapi yang paling penting, terlepas dari menang atau kalah mereka telah menunjukkan motivasi dan sportivitas," kata Farhan di Bandung, Minggu (1/6).
 
"Kalau usia sekarang usia mereka 10 dan 12 tahun, lalu terus belajar, maka kita proyeksikan 15 tahun lagi mereka sudah sangat matang. Insya Allah sudah bisa jadi tim inti nasional."
 
Sementara itu Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengatakan para siswi memerlukan dorongan dan dukungan untuk menumbuhkan bakat dalam bermain sepakbola.
 
Dukungan orang tua serta sekolah menjadi salah satu faktor kunci perkembangan talenta pesepakbola putri agar berani melangkah menapaki dunia sepakbola.
 
"Ini bukan masalah juara tetapi soal berkembang dan kesenangan bermain bola. Jadi diharapkan orang tua dan sekolah jangan memberikan tekanan atau beban," kata Timo.
 
"Ini adalah masa kecil mereka dan kalau mereka memilih sepakbola harus senang dulu, jadi mereka rajin berlatih. Bila rajin berlatih mereka akan berkembang."
 
 
Pelatih yang memegang lisensi kepelatihan UEFA A ini mengatakan bahwa dibutuhkan konsistensi dalam pembinaan sepakbola putri yang dimulai dari usia dini.
 
Untuk bisa menjangkau hal tersebut, MilkLife Soccer Challenge juga menggelar Festival Seneng Soccer yang menyasar KU8 untuk menumbuhkan dulu minat anak. Festival ini juga bertujuan untuk menciptakan regenerasi bagi jenjang usia di atasnya khususnya KU10.
 
"Kami berkomitmen untuk terus memupuk, menjaga dan merawat ekosistem sepak bola putri, sehingga kami memberikan wadah," kata Coach Timo
 
"Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kesenangan bagi para putri khususnya di usia enam hingga delapan tahun (KU 8). Ini merupakan upaya kami untuk menjaga mata rantai regenerasi pesepak bola putri untuk jenjang selanjutnya di KU10 hingga KU 16."
 
Turnamen yang berlangsung di Lapangan Pusenif PPI Bandung, Minggu (1/ 6) itu, mengantarkan SDN 073 Penjagalan B keluar sebagai juara KU 12 dan SDN 075 Jatayu keluar sebagai juara di KU 10.
 
SDN 073 Penjagalan B menang usai mengkandaskan perlawanan SDN 203 Kacapiring dalam drama adu penalti. Sementara SDN 075 Jatayu menang atas SDN 035 Soka.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H