58 Tahun Berdiri, OSO Sebut KKI Sudah Punya 9,5 Juta Anggota

AKURAT.CO Pengurus Pusat Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) periode 2025-2030 resmi dikukuhkan di OSO Sports Center, Tambun Selatan, Bekasi, Minggu (14/12/2025).
Prosesi pengukuhan dihadiri Ketua Dewan Pembina KKI, Aburizal Bakrie; Guru Besar KKI asal Jepang, Sensei Matsuzaki; Dewan Guru dan Dewan Sabuk Hitam KKI; serta pengurus provinsi KKI seluruh Indonesia.
Pengurus Pusat KKI periode 2025-2030 ditetapkan lewat Surat Keputusan Nomor 01/PP-KKI/X/V/2025.
Dalam surat tersebut, Dewan Pembina KKI diisi oleh Aburizal Bakrie, Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Komjen (Purn) Gories Mere.
Di jajaran penasihat ada Sangga Rustandi, Mayjen TNI (Purn) Suyanto, Mayjen TNI (Purn) Moch Takuyasa Wiriawan dan Mayjen TNI (Purn) Abdul Salam.
Ketua Umum PP KKI, Oesman Sapta Odang (OSO), terpilih secara aklamasi untuk kali keenam. Dalam kepengurusan kali ini, dia didampingi Mayjen TNI (Purn) Gregorius Henu Basworo sebagai sekretaris dan bendahara umum oleh Hendri Wijaya. Di posisi Guru Besar ada Souke Horyu Shinya Matsuzaki.
Baca Juga: Profil Claresta Taufan, Mantan Atlet Karate Indonesia yang Jadi Bintang Film Badarawuhi
"Apakah siap menjalankan tugas?" tanya Ketua Dewan Pembina KKI, Aburizal Bakrie.
"Siap," jawab jajaran pengurus yang dikukuhkan serempak.
Selanjutnya, Aburizal Bakrie menyerahkan bendera Pataka KKI kepada Ketua Umum PP KKI, Oesman Sapta Odang.
Dalam kesempatan itu, OSO menyebut momen pelantikan pengurus baru sebagai hari kebangkitan KKI. Di usia yang telah mencapai 58 tahun, KKI telah memberi banyak sumbangsih di kancah nasional hingga mancanegara.
"Saya bangga kepada kalian semua. Utamanya yang datang dari berbagai daerah. Saat ini, KKI sudah berusia 58 tahun. Sejak didirikan hingga sekarang kita punya 9,5 juta anggota," jelasnya.
OSO bercerita, di awal berdiri KKI hanya punya sedikit anggota. Kepengurusan pertama KKI dipercayakan kepada Letjen Sarwo Edhi Wibowo sebagai Ketua Dewan Pembina dan Mayjen Seno Hartono sebagai ketua umum pengurus pusat serta ketua dewan guru dijabat Sensei Matsuzaki.
Baca Juga: Terbaru Karate Kid: Legends, Ini 7 Film Jackie Chan Lain yang Enggak Kalah Seru!
"Latihan pertama di Bandung, di rumah Pak Aburizal Bakrie. Maka pantas dan tepat, Pak Aburizal jadi pembina KKI," ujar OSO.
Di bawah naungan Sarwo Edhi, sebagai Kepala Staf RPKAD atau cikal bakal Kopassus, dan Seno Hartono sebagai Pangdam XII/Tanjungpura, KKI menjadi bela diri resmi RPKAD.
Saat ini, lanjut OSO, KKI menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Dia berharap, KKI terus berperan dalam membangun bangsa dengan mendidik anak bangsa untuk berdisiplin dan berolahraga.
"KKI mendidik untuk sehat, tumbuh dan memberi sumbangan prestasi kepada keluarga dan bangsa," katanya.
Lebih lanjut, Ketua DPD RI periode 2017-2019 itu meminta KKI berperan aktif dalam mencegah dan melindungi anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba.
OSO mengatakan bahwa KKI punya program dan pelatihan perlindungan anak dari narkoba sejak delapan tahun lalu.
Dia meminta seluruh jajaran mengingatkan anak-anak didiknya agar menghindari narkoba.
"Mari lindungi generasi bangsa kita dari narkoba," imbau OSO.
Selain itu, dia berpesan, KKI tidak boleh bermusuhan dengan aliran lain. Dengan 9,5 juta anggota, KKI harus bekerja sama dan berkompetisi dengan sehat.
"Kami sudah ikuti aturan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki), induk olahraga ini. KKI punya gedung dan GOR terbesar Se-Asia Tenggara. Ya, ini dia gedungnya," jelasnya.
Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada OSO Sport Center sebagai dojo karate terbesar di dunia. Gedung tersebut diresmikan Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 25 Maret 2011.
Menurut OSO, capaian prestasi KKI juga terus meningkat di berbagai level. Soal target prestasi ke depan, pihaknya tengah menyusun program bersama seluruh komponen, termasuk dewan guru dan dewan sabuk hitam.
Baca Juga: Karate Lampaui Target, Semua Nomor yang Diikuti Bawa Pulang Medali
"Teruslah berprestasi, jangan pernah takut. Keberanian harus pakai hati nurani," mantan Wakil Ketua MPR RI itu berpesan.
Diingatkan, anggota KKI harus menjunjung prinsip dan nilai-nilai kebangsaan. KKI juga punya filosofi senantiasa mencintai anggota dan keluarganya.
"Mari terus saling mengasihi dan pegang teguh solidaritas organisasi dan kekeluargaan," pungkas OSO.
Dalam kesempatan yang sama, Aburizal Bakrie mengaku bangga dengan perkembangan dan kemajuan KKI. Dari awal yang berlatih hanya sekitar 20 orang, kini sudah memiliki 9,5 juta anggota.
Ia mengajak KKI bersama aliran lain untuk meningkatkan peran dalam memajukan bangsa.
"KKI harus berguna bagi bangsa Indonesia. KKI harus melahirkan patriot sejati, yang cinta kepada rakyat dan bangsa ini. Banggalah jadi bangsa Indonesia. Mari berjuang untuk bangsa ini lebih baik," jelasnya.
Baca Juga: Buru 5 Emas, Timnas Karate Datangkan Pelatih Asing dari Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









