Akurat
Pemprov Sumsel

Menyusuri 7 Tempat-tempat Legendaris Di Cikini Yang Sudah Berdiri Sejak Era Kolonial

Ramadhan LQ | 1 November 2023, 09:49 WIB
Menyusuri 7 Tempat-tempat Legendaris Di Cikini Yang Sudah Berdiri Sejak Era Kolonial
 
AKURAT.CO Kelurahan Cikini di Jakarta Pusat merupakan kawasan yang punya banyak jejak peninggalan Belanda.

Bahkan nama Cikini sudah ada sejak masa kolonial belanda dengan ejaan Tjikini.

Salah satu tempat populer di Cikini adalah Taman Ismail Marzuki (TIM) yang sejak tahun 1864 lahan tersebut digunakan sebagai kebun binatang.

Di era kolonial Belanda juga dibangun kolam renang dan beberapa lapangan untuk olahraga.

Beberapa bangunan memang sudah hilang seiring berjalannya waktu. Namun, ada beberapa tempat dengan nuansa kolonial yang masih tersisa.

7 tempat ini wajib kamu kunjungi saat menyusuri kawasan Cikini.

1. Bakoel Koffie

Kedai kopi bergaya rustic ini merupakan kedai kopi lokal tertua di Jakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1878.

Bakoel Koffie jadi andalan para turis lokal maupun turis luar untuk menyeruput kopi sambil menikmati suasana zaman dulu.

Bermula dari sebuah warung nasi, kemudian kedai kopi ini masih mempertahankan akulturasi budaya Belanda, Tionghoa dan Indonesia.Itu sebabnya, penulisan Koffie (bahasa belanda untuk kopi) masih digunakan.

Selain itu, terdapat logo perempuan yang menyunggi bakul dengan kain panjang bermotif ikan, hewan yang diyakini masyarakat Tionghoa membawa keberuntungan.

2. Rumah Tiket Ibu Dibjo

Di kawasan Cikini terdapat sebuah rumah yang begitu terkenal di kalangan pecinta konser tahun 1960-an. Rumah Ibu Dibjo yang dikenal sebagai tempat penjualan tiket-tiket pertunjukan, seperti tiket film, pertandingan olahraga dan masih banyak lagi.

Ibu Dibjo dikenal sebagai ratu tiket Indonesia, ia menjalani bisnisnya sejak 1963 di rumahnya. Namun saat ini rumah Ibu Dibjo sedang direnovasi dan pindah ke Jalan Diponegoro, Menteng.

3. Soto Betawi H Ma'ruf

Di Jakarta banyak tempat jual soto yang melegenda. Salah satunya adalah Soto H Ma'ruf yang sudah ada sejak tahun 1940. Walaupun kini sudah dipegang oleh tangan ketiga cita rasa dari soto H Ma'ruf ini tidak ada yang berubah rasanya yang otentik.

Seperti namanya, menu utama di tempat makan ini adalah soto betawi. Namun beberapa menu lainnya juga tak kalah enak. Soto Betawi H Ma'ruf berlokasi di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya Nomor 73.

4. Taman Ismail Marzuki

Setelah menyantap soto betawi, kita berjalan sedikit ke Taman Ismail Marzuki sebuah pusat kesenian di Kota Jakarta.

Di Taman Ismail Marzuki ini biasanya ada pameran seni, penayangan film, diskusi buku hingga konser musik.

Untuk menuju ke Taman Ismail Marzuki kamu bisa naik KRL dan turun di Stasiun Cikini. Kamu juga bisa menggunakan TransJakarta koridor 5H (Kampung Melayu-Tanah Abang) atau 6H (Senen-Lebak Bulus)

5. Rumah Raden Saleh

Tidak komplit rasanya kalau ke Cikini tidak mampir ke rumah bersejarah milik pelukis terkenal Raden Saleh. rumah dengan arsitektur eropa yang dibangun pada tahun 1980-an masih cantik berdiri hingga kini.

Rumah Raden Saleh merupakan cagar budaya yang terletak di kawasan rumah sakit, tepatnya di dalam RS PGI Cikini, Jalan Raden Saleh.

6. Kantor Pos Cikini

Kantor Pos Cikini sudah berdiri sejak tahun 1920. Hingga kini Kantor Pos Cikini masih mempertahankan gaya arsitektur zaman kolonial. Jika kamu berkunjung ke Kantor Pos Cikini, kamu bisa melihat koleksi perangko dan kartu pos yang digunakan sejak zaman Belanda.

7. Gado-gado Bonbin

Menutup perjalanan di daerah Cikini dengan menyantap Gado-gado Bonbin yang sudah ada sejak 1960-an.

Gado-gado ini terkenal dikalangan publik figur. Seperti Andi Malarangeng, Alm. Gus Dur hingga Alm. Taufik Kiemas yang merupakan langganan gado-gado ini.

Jika berkunjung ke Cikini, tempat-tempat tersebut wajib untuk kamu kunjungi.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Ramadhan LQ
W
Editor
Wahyu SK