Akurat.co mendapatkan kesempatan menikmati langsung kota Darwin bersama Northern Territory dan juga AirAsia.
Baca Juga: Batas-batas Geografis Benua Australia, Tetangga Indonesia dengan Keunikan dan Letaknya yang Strategis
Di wilayah ini memang buaya sekan menjadi primadona. Predator berdarah dingin ini menjadi daya jual untuk dikunjungi.
Akurat diajak menikmati Croc Spot Tour di mana kami menjelajahi habitat alami buaya di sepanjang aliran sungai Adelaide.
Tur ini bukan sekadar perjalanan biasa. Dalam durasi sekitar dua jam, pengunjung diajak menyusuri sungai dengan perahu khusus melihat langsung bagaimana buaya-buaya raksasa menerjang keluar dari air.
Aksi buaya melompat tinggi ini bukan pertunjukan buatan, melainkan perilaku alami yang menunjukkan kekuatan dan insting berburu mereka.
Baca Juga: Lagi Ke Aussie? Ini Jenis-Jenis Transportasi Umum Di Australia
Mereka memang dipancing menggunakan bambu panjang yang di ujungnya diikatkan potongan daging segar. Mereka dengan insting dan pergerakan senyap memburu langsung mendekat perahu.
Mereka langsung muncul keluar seakan berdiri tegak di atas air. Buaya besar dengan panjang lebih lima meter pun menghentak membuat takjub.
“Seram sih awalnya tapi seru dan mendebarkan. Kita bisa melihat buaya besar muncul di sisi perahu kita,” ucap Thomas, wisatawan asal Indonesia.
Meski terlihat menakutkan, pemandu Croc Spot Tour, Rex, memastikan bahwa wisata ini dilakukan dengan standar keamanan tinggi, sekaligus mengedepankan edukasi tentang pentingnya pelestarian satwa liar.
Lewat narasi yang disampaikan selama perjalanan, wisatawan dikenalkan pada sejarah evolusi buaya, perannya dalam ekosistem, serta bagaimana manusia bisa berinteraksi secara bijak dengan satwa liar berbahaya.
“Ini bukan sekadar tur. Ini adalah perjalanan menuju pemahaman bahwa hidup di dunia yang berbahaya bukanlah sesuatu yang harus dihindari, tapi dihadapi dengan rasa hormat dan akal sehat,” tutup Rex.
Darwin sendiri memang bisa menjadi tujuan destinasi wisata baru. Sebab cuacanya memiliki kesamaan seperti di Indonesia yang beriklim tropis.
Jarak tempuh pun tidak terlalu jauh. Dengan penerbangan tidak lebih dari tiga jam dari Denpasar, Bali, sudah tiba di Darwin.
Terlebih AirAsia sudah menyediakan penerbangan Denpasar menuju Darwin. Rute ini menjadi rute ketiga menuju Australia setelah Perth dan Cairns.
Hal ini turut memperkuat konektivitas antara Indonesia dan Australia Utara, tetapi juga mempererat hubungan sejarah, budaya, dan ekonomi di kedua wilayah
“Cuaca di sini sama seperti di Indonesia. Kami seperti Indonesia yang cuacanya sudah pasti dalam enam bulan,”tutup Jack selaku pemandu wisata Akurat.co selama dalam perjalanan.