Anugerah Penggerak UMKM Indonesia 2025, Ingrid: Kolaborasi Korporasi–UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Berdaya Saing

AKURAT.CO Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) dan Goodmoney.id menggelar Anugerah Penggerak UMKM Indonesia 2025.
Acara ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi korporasi dengan UMKM menuju ekonomi nasional yang tangguh dan berdaya saing global.
Acara yang digelar di Royal Kuningan, Jakarta, Rabu (29/10/2025) ini mengangkat tema Memperkuat Kolaborasi Korporasi untuk UMKM melalui Koperasi Merah Putih menuju Pertumbuhan Berkelanjutan. Hadir Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil dan Sekretaris Jenderal Ipemi Nurwahidah Saleh.
Adapun perwakilan pemerintah, dihadiri Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Temmy Satya Permana, serta Asisten Deputi Pemetaan Potensi Usaha Kementerian Koperasi Lely Hiswendari.
Dalam sambutannya, Ingrid mengatakan, acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada korporasi dan lembaga yang melakukan aksi nyata dalam mendukung UMKM di Indonesia melalui Koperasi Merah Putih.
"UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang berperan besar dalam menjaga ketahanan dan pemerataan ekonomi Indonesia," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Hingga pertengahan tahun ini, terdapat 65,5 juta UMKM yang menyerap lebih dari 119 juta tenaga kerja, atau sekitar 97 persen dari tenaga kerja nasional. UMKM juga berhasil menyumbang 62 persen terhadap PDB.
Kata Ingrid, data ini menunjukkan bahwa penguatan UMKM dan koperasi bukan hanya upaya memberdayakan ekonomi rakyat, tetapi menjadi kunci strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Karyawan ASG Tuang Celengan Bambu di Dalam Gedung, Koin Bergulir Jadi Simbol Kebaikan
Hanya saja, di balik capaian mentereng itu, UMKM masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari akses permodalan, digitalisasi, hingga keberlanjutan usaha.
"Peran korporasi, lembaga keuangan, dan mitra strategis menjadi sangat penting dalam menciptakan sinergi yang produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan," kata Ingrid.
Sebab itu, penganugerahan ini sebagai bentuk dorongan moral. Sehingga, makin banyak korporasi yang aktif memberdayakan UMKM melalui koperasi di seluruh Indonesia.
"Kami percaya, kolaborasi yang kuat antara sektor korporasi dan UMKM melalui koperasi akan menjadi fondasi penting menuju ekonomi nasional yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global," cetus Ingrid.
Dia juga mengapresiasi kepada dewan juri, Tim Riset Ipemi, dan Goodmoney.id yang telah melakukan penilaian melalui tiga tahapan. Pertama, pendekatan desk reserach.
Kedua, media monitoring. Ketiga, expert panels. Sehingga hasil yang disajikan benar-benar objektif dan kredibel.
Ingrid berharap, penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dan berkontribusi terhadap penguatan UMKM melalui koperasi di Indonesia.
"Demi mewujudkan UMKM dan Koperasi Merah Putih lebih maju, Indonesia unggul," katanya.
Di kesempatan yang sama, Dewan Juri dari Seci Institute, Pinpin Bhaktiar mengatakan, kondisi UMKM mendapat kemewahan indikator pada perspektif nasional. Namun, benarkah sahabat UMKM seberdaya itu?
Sehingga, publik perlu melihat pada tataran perspektif ekosistem kewirausahaan.
"Yakni, hadirnya keekosisteman yang membuat segenap sahabat UMKM Indonesia berdaya," ujar Pinpin.
Menurutnya, penganugerahan ini menjadi langkah untuk memotret ekosistem kewirausahaan itu hadir dengan baik. Bahwa sesama anak bangsa dalam dunia usaha berkolaborasi untuk tumbuh bersama.
Dr Pinpin mengakui, proses penilaian berjenjang menghasilkan kredibilitas yang sangat baik. Pertama, Impact on MSME Growth and Sustainability of Program.
Baca Juga: Deddy Corbuzier Digugat Cerai Sabrina Chairunnisa, Simak Profil dan Agamanya
Tercatat dalam temuan penelitian terdapat 60 persen perusahaan pemenang yang memiliki kontribusi yang terukur terhadap pengembangan UMKM.
Baik dalam skala, pendapatan, pertumbuhan lapangan kerja, peningkatan kapasitas, terutama dalam konsistensi, komitmen jangka panjang atas arah pemberdayaan UMKM.
Kedua, Inclusivity and Accessibility. Dr Pinpin menyebut, hal ini dinilai dari keterlibatan dengan berbagai kelompok UMKM.
Termasuk komunitas yang rentan atau kurang terwakili, seperti UMKM yang dipimpin perempuan, UMKM pedesaan, UMKM yang memberdayakan kelompok disabilitas.
Tercatat dalam temuan penelitian bahwa dari seluruh perusahaan terpilih terdapat 70 persen perusahaan pemenang.
Ketiga, Collaboration and Partnership Approach. Tercatat dalam temuan penelitian bahwa 54 persen perusahaan pemenang yang memiliki kemitraan dengan pemerintah daerah, LSM, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan pengembangan ekosistem UMKM.
"Saya berharap, seluruh perusahaan yang menjadi pemenang tetap dapat mencintai Indonesia melalui langkah nyata pengembangan ekonomi nasional bersama-sama," pungkasnya.
Adapun korporasi yang mendapat penghargaan.
1. PT Permodalan Nasional Madani (PNM)
2. PT Surveyor Indonesia
3. PT Toyota Astra Financial Service
4. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI)
5. PT Bank Sahabat Sampoerna
6. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng)
7. PT Bank Nagari
8. PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat
9. PT Federal International Finance (FIFGroup)
10. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur
11. Indonesia Financial Group (IFG)
12. PT BFI Finance Indonesia
13. Dompet Dhuafa
14. Uang Me
15. PT Sucofindo
16. PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo)
17. PT Bank Tabungan Negara (BTN)
Baca Juga: Halloween 2025 Tanggal Berapa? Ini Sejarah, Makna, dan Cara Merayakannya di Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









