Pemerintah Siapkan Pelaku Fesyen Masuk Pasar Ekspor

AKURAT.CO Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendorong pelaku fesyen Indonesia memperluas akses ke pasar global.
Direktur Fesyen Kemenparekraf, Romi Astuti, mengatakan tantangan utama bagi pelaku fesyen saat ini adalah kemampuan menghadirkan inovasi yang selaras dengan tren global, terutama yang berkaitan dengan keberlanjutan produk.
“Ketika kita berbicara ekspor, isu sustainability menjadi sangat penting, terutama untuk pasar Eropa dan Jepang,” ujar Romi, Rabu (10/12/2025).
Romi menegaskan, kesiapan ekspor bukan hanya soal desain menarik, tetapi juga pemenuhan standar internasional secara menyeluruh—mulai dari riset pasar, penyesuaian ukuran, pelabelan, hingga konsistensi quality control.
Ia juga mendorong brand Indonesia tampil dengan identitasnya sendiri, bukan sekadar sebagai pemasok white label.
“Yang kita dorong adalah brand Indonesia tampil di etalase dunia,” tegasnya.
Dari sisi daerah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, menyampaikan bahwa provinsinya merupakan daerah dengan nilai ekspor tertinggi di Indonesia.
Namun, kontribusi UMKM dalam ekspor masih di bawah dua persen.
Baca Juga: Komisi II DPR: Penanganan Kasus Bupati Aceh Selatan Harus Berpedoman pada UU Pemda
“Ini menjadi pekerjaan rumah besar. Padahal fesyen, kriya, kuliner, dan aplikasi sangat kuat di Jawa Barat. UMKM harus naik kelas dan masuk pasar ekspor melalui kolaborasi pusat dan daerah,” katanya.
Iendra menekankan pentingnya kesiapan ekspor melalui konsep 4K/1A—kualitas, kuantitas, kontinuitas, kemasan, serta administrasi.
Pemerintah daerah, ujarnya, berkomitmen memperkuat akses perizinan, logistik, serta pendampingan melalui jejaring.
CEO Dots Indonesia sekaligus alumni Program Akselerasi Ekspor Indonesia (ASIK), Eka Adrianie, turut membagikan pengalamannya.
Menurutnya, Program ASIK memberi pembekalan komprehensif, mulai dari administrasi, standar kualitas, manajemen produksi, hingga kemasan sehingga pelaku usaha lebih siap secara bisnis.
“Pendampingan ini membuat kami lebih siap, bukan hanya secara produk,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







