Akurat
Pemprov Sumsel

Viral Foto Kocak Komeng di Surat Suara DPD Jawa Barat, Netizen: Udah Mangap Siap Dicoblos!

Shalli Syartiqa | 14 Februari 2024, 12:57 WIB
Viral Foto Kocak Komeng di Surat Suara DPD Jawa Barat, Netizen: Udah Mangap Siap Dicoblos!

AKURAT.CO Viral kejadian menarik yang membuat perhatian warganet terutama di daerah pemilihan Jawa Barat saat memilih anggota DPD.

Para pemilih di daerah tersebut terpaku pada foto calon anggota DPD, yakni komedian Alfiansyah Bustami alias Komeng, yang dianggap berbeda dari calon anggota DPD lainnya.

Pose lucu yang ditampilkan oleh Komeng dalam foto yang tercetak di surat suara menjadi sorotan warganet dan menjadi topik pembicaraan utama di media sosial, khususnya di platform Twitter.

Bahkan, nama komediam Komeng menjadi trending topic di Twitter, pada Rabu (14/2/2024).

Pria yang lahir pada tanggal 25 Agustus 1970 terlihat dalam gambar dengan mata terbelalak dan mulut terbuka.

Ekspresi ini menunjukkan bahwa dia mungkin terkejut atau terkejut dengan sesuatu.

Tentu saja, hal ini menjadi menarik bagi masyarakat yang memberikan suara untuk calon anggota DPD.

Surat suara yang berisi foto kocak Komeng diunggah oleh akun X yang bernama @wira***.

" Komeng beneran beda sendiri fotonya," cuitnya diakhiri dengan emotikon nangis.

"Apa itu foto formal?" tulis  phi***

"Udah mangap, siap dicoblos," cuit @xkay***

"Komeng fotonya pick me betul," ungkap akun @mq**

"Potonya kaya orang nantangin biar orang-orang sebel terus dicolok itu matanya pecicilan bgt buset komeng," komentar @ain***

 

Di sisi lain, komedian tersebut pun turut membagikan cuitan lucu atas bentuk terima kasih untuk masyarakat yang sudah memilihnya.

"Terimakasih buat semuanyah yg udah nyoblos sayah hari ini. Lumayan ini awak jadi barolong. Mari kita buat sistem pemerintahan menjadi lebih lawak," cuit akun @komeng.

 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.