Viral Kisah Nimas Diteror Adi Akan Diangkat Jadi Film yang Berjudul 'Nimas Neraka 10 Tahun'

AKURAT.CO Kisah viral seorang netizen bernama Nimas, yang diteror oleh teman sekolahnya akan diadaptasi menjadi film layar lebar.
Soraya Intercine Films telah mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh hak cipta untuk mengadaptasi kisah hidup Nimas, yang telah diikuti oleh seorang penguntit selama sepuluh tahun terakhir.
Film yang akan mengangkat cerita Nimas ini berjudul 'Nimas Neraka 10 Tahun', seperti diumumkan oleh Soraya Intercine Films melalui unggahan di media sosial, pada Selasa (28/5/2024).
"Soraya Intercine Films telah memiliki hak adaptasi cerita 'Nimas Neraka 10 Tahun,' kisah nyata Nimas, seorang gadis yang diteror obsesi selama 10 tahun. Temani perjuangan Nimas di bioskop," tulis unggahan akun Instagram @sorayaintercinefilms.
Sebelumnya, kisah hidup Nimas menghebohkan media sosial setelah dia mengungkapkan bahwa dirinya diteror oleh seorang pria bernama Adi, yang merupakan teman sekolahnya saat SMP.
Adi tiba-tiba jatuh cinta kepada Nimas setelah menerima uang sebesar Rp5 ribu dari Nimas.
Sejak itu ia menjadi semakin terobsesi meskipun mereka tidak lagi bersekolah bersama.
Awalnya, Nimas menuliskan ceritanya dalam sebuah utas di X dengan harapan agar pelaku mendapat sanksi sosial dan jera.
Kendati demikian, Nimas tidak menyangka bahwa tulisannya justru mendapatkan respons positif dari banyak orang.
Baca Juga: Prabowo Terima Kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Inggris: Mitra Penting Industri Pertahanan RI
"Enggak pernah membayangkan sama sekali kalau kisahku akan difilmkan. Karena tujuan untuk menviralkan kemarin adalah untuk memberi sanksi sosial pada pelaku. Dan sekarang ada rezeki seperti ini ya aku alhamdulillah banget. Rezeki di luar ekspektasi," ungkap Nimas.
Nimas berharap bahwa kisah hidupnya ini akan menginspirasi perempuan lain untuk berani mengungkapkan pengalaman mereka terkait tindakan tidak menyenangkan yang mereka alami.
"Aku butuh wadah, butuh ruang untuk speak up untuk masalahku dan keserahanku. Ini menjadi ruang untuk perempuan lain yang merasakan hal sama. Benang merahnya adalah menjadi perempuan, sudah lemah tidak bisa berbuat apa-apa, lemah dan bingung selalu disepelekan jadi akhirnnya berjuang sendiri. Tapi jangan pernah takut untuk bicara," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








