Viral! Salah Satu SMP di Depok Diduga Berusaha Tutupi Kasus Pelecehan, Netizen Desak KPAI dan Dedi Mulyadi Bertindak

AKURAT.CO Kasus dugaan pelecehan seksual verbal terhadap siswi oleh seorang guru di salah satu SMP negeri di Depok tengah menjadi viral di media sosial.
Tak hanya menuai kecaman, kasus ini juga menimbulkan gelombang desakan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan tokoh publik Dedi Mulyadi untuk segera turun tangan.
Isu ini viral setelah akun Instagram @sarah**** mengunggah utas kronologi kejadian, disertai bukti voice note berisi rekaman percakapan berbau seksual antara oknum guru dan korban.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa korban mengalami pelecehan secara verbal berulang kali, hingga akhirnya berani merekam sebagai bukti.
Sarah juga menyebut bahwa korban dan keluarganya telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah.
Namun, respons yang diterima justru sangat mengecewakan. Pihak sekolah diduga meminta korban untuk tidak menyebarluaskan kasus ini demi menjaga nama baik institusi.
“Guru dan kepala sekolah di ruangan tersebut menyudutkan korban dan menyarankan agar masalah ini dianggap selesai. Bahkan ada alasan seperti ‘pelaku tidak mungkin melakukan itu karena istrinya cantik’, dan menganggapnya selesai,” tulis Sarah dalam unggahannya.
Sarah juga mengungkap bahwa ada korban lain yang mengalami hal serupa, namun memilih diam karena takut terhadap pengaruh kekuasaan pelaku dan dampaknya terhadap nilai akademik mereka.
"Kepala Sekolah dan jajarannya meminta untuk MENGHAPUS dan TIDAK MENYEBARKAN INI SEMUA, Kebijakan yang dikakukan oleh sekolah sangatlah tidak adil. Demi menjaga nama baik sekolah, pihak guru merasa harus nenutupi tindakan oelanggaran hukum dan perlindungan anak," jelasnya.
Baca Juga: Kemenaker Pastikan Perlindungan Tenaga Kerja dari Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus
Publik pun ramai-ramai menyuarakan kemarahan dan tuntutan terhadap KPAI untuk segera menyelidiki kasus ini secara independen dan transparan.
Banyak netizen juga menandai akun milik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang dikenal vokal dalam isu-isu sosial dan pendidikan anak.
Kasus ini dinilai sebagai bentuk kegagalan institusi pendidikan dalam melindungi peserta didik.
Alih-alih menjadi tempat yang aman, sekolah justru dianggap menekan korban dan membela pelaku demi menjaga citra.
Hingga berita ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait. AKURAT.CO akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memperbarui informasi sesuai data terbaru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk







