Akurat
Pemprov Sumsel

Viral! Salah Satu SMP di Depok Diduga Berusaha Tutupi Kasus Pelecehan, Netizen Desak KPAI dan Dedi Mulyadi Bertindak

Rahmat Ghafur | 22 Mei 2025, 12:05 WIB
Viral! Salah Satu SMP di Depok Diduga Berusaha Tutupi Kasus Pelecehan, Netizen Desak KPAI dan Dedi Mulyadi Bertindak

AKURAT.CO Kasus dugaan pelecehan seksual verbal terhadap siswi oleh seorang guru di salah satu SMP negeri di Depok tengah menjadi viral di media sosial.

Tak hanya menuai kecaman, kasus ini juga menimbulkan gelombang desakan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan tokoh publik Dedi Mulyadi untuk segera turun tangan.

Baca Juga: Guru SMP di Depok Diduga Lecehkan Siswi secara Verbal: Bukti Voice Note Tersebar dan Korban Dibungkam!

Isu ini viral setelah akun Instagram @sarah**** mengunggah utas kronologi kejadian, disertai bukti voice note berisi rekaman percakapan berbau seksual antara oknum guru dan korban.

Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa korban mengalami pelecehan secara verbal berulang kali, hingga akhirnya berani merekam sebagai bukti.

Sarah juga menyebut bahwa korban dan keluarganya telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah.

Namun, respons yang diterima justru sangat mengecewakan. Pihak sekolah diduga meminta korban untuk tidak menyebarluaskan kasus ini demi menjaga nama baik institusi.

“Guru dan kepala sekolah di ruangan tersebut menyudutkan korban dan menyarankan agar masalah ini dianggap selesai. Bahkan ada alasan seperti ‘pelaku tidak mungkin melakukan itu karena istrinya cantik’, dan menganggapnya selesai,” tulis Sarah dalam unggahannya.

Sarah juga mengungkap bahwa ada korban lain yang mengalami hal serupa, namun memilih diam karena takut terhadap pengaruh kekuasaan pelaku dan dampaknya terhadap nilai akademik mereka.

"Kepala Sekolah dan jajarannya meminta untuk MENGHAPUS dan TIDAK MENYEBARKAN INI SEMUA, Kebijakan yang dikakukan oleh sekolah sangatlah tidak adil. Demi menjaga nama baik sekolah, pihak guru merasa harus nenutupi tindakan oelanggaran hukum dan perlindungan anak," jelasnya.

Baca Juga: Kemenaker Pastikan Perlindungan Tenaga Kerja dari Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus

Publik pun ramai-ramai menyuarakan kemarahan dan tuntutan terhadap KPAI untuk segera menyelidiki kasus ini secara independen dan transparan.

Banyak netizen juga menandai akun milik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang dikenal vokal dalam isu-isu sosial dan pendidikan anak.

Kasus ini dinilai sebagai bentuk kegagalan institusi pendidikan dalam melindungi peserta didik.

Alih-alih menjadi tempat yang aman, sekolah justru dianggap menekan korban dan membela pelaku demi menjaga citra.

Hingga berita ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait. AKURAT.CO akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memperbarui informasi sesuai data terbaru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D