Kembali Viral! Kucing Merah Kalimantan Terekam Kamera Setelah 20 Tahun Menghilang

AKURAT.CO Kucing Merah Kalimantan, salah satu jenis kucing liar paling langka dan sulit dijumpai di dunia, kembali tertangkap kamera di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Malinau, Kalimantan Utara.
Penampakan langka ini terekam melalui kamera jebak milik Tim Balai TNKM saat melakukan kegiatan inventarisasi potensi kawasan.
Baca Juga: PM Australia Beri Hadiah Syal untuk Kucing Presiden Prabowo, Tanda Cinta kepada Indonesia
Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, menjelaskan bahwa terakhir kali spesies ini terdeteksi di lokasi yang sama adalah pada tahun 2003 yang artinya, sudah lebih dari 20 tahun kucing merah ini tidak terlihat lagi.
Kucing Merah Kalimantan, dikenal juga sebagai Bornean Bay Cat adalah salah satu spesies kucing liar paling langka dan paling misterius. Satwa ini merupakan hewan endemik yang dilindungi di Indonesia, dengan wilayah persebaran yang mencakup Pulau Kalimantan termasuk bagian utara seperti Sabah dan Sarawak di Malaysia, serta kawasan hutan di wilayah Kalimantan Indonesia. Habitat alaminya tersebar mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi.
Sejak Tahun 2002 spesies ini juga telah ditetapkan, sebagai satwa terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).
Baca Juga: Usai Papua, Bank Mandiri Group Kembali Santuni Anak Yatim dan Lansia di Kalimantan
Berbagai Fakta Menarik Tentang Kucing Merah
Telah Menghuni Kalimantan Sejak Berjuta-Juta Tahun yang Lalu
Kucing Merah Borneo, dikenal telah berhabitat di Pulau Kalimantan sejak 4 juta tahun yang lalu saat Kalimantan masih bersatu dengan beberapa wilayah lainnya di Benua Asia.
Sebagai Pengendali Ekosistem
Kucing Merah berperan sebagai predator alami dengan memangsa hewan-hewan kecil seperti tikus, sehingga membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah populasi mangsanya berkembang secara berlebihan.
Kucing Tercepat di Kalimantan
Kucing merah mampu bergerak dengan kecepatan luar biasa yaitu 1,2 km/jam, jauh lebih cepat dibandingkan satwa tercepat berikutnya yaitu macan dahan, yang badannya jauh lebih besar, yaitu 0,9 km/jam.
Ciri Khas Fisiknya yang Menonjol
Memiliki bulu berwarna merah kecokelatan dengan corak garis-garis gelap yang memanjang dari kepala hingga ekor, Kucing Merah tampil dengan ciri khas yang mencolok. Tubuhnya yang berukuran lebih kecil dibandingkan sebagian besar spesies kucing liar lainnya juga menjadi salah satu keunikan dari satwa ini.
Menghadapi Ancaman Kepunahan, Sebagaimana Banyak Spesies Endemik Lainnya
Kucing Merah Kalimantan turut menghadapi berbagai ancaman serius terhadap kelangsungan hidupnya. Aktivitas deforestasi, perburuan liar, dan perdagangan ilegal satwa menjadi faktor utama yang mendorong penurunan populasi spesies langka ini.
Nadia Nur Anggraini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








