Pengakuan Ponpes Al Ishlahiyyah Soal Tewasnya Bintang: Bukan Santri Kami, Kejadian Berada di Luar Pesantren

AKURAT.CO Pondok Pesantren Al Ishlahiyyah di Desa Kranding, Mojo, Jawa Timur menegaskan Bintang Balqis Maulana (14), santri yang tewas karena dianiaya seniornya bukanlah santri mereka.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Bintang Balqis Maulana merupakan santri Pondok Pesantren Al Islahiyyah, namun pihak pesantren membantahnya.
Dalam Surat Pernyataan Sikap yang dirilis pada Selasa (27/2/2024), pihak pesantren menekankan kejadian yang menimpa Bintang Balqis Maulana tidak berada di lokasi Pondok Pesantren Al Ishlahiyyah.
Berikut rincian pernyataan Surat Pernyataan Sikap pondok pesantren itu.
Baca Juga: VIRAL Santri Diduga Tewas Dianiaya di Kediri, Ada Luka Sundutan Rokok dan Bekas Jeratan di Leher
Assalamu'alaikum wr. wb.
'Terkait dengan pemberitaan peristiwa penganiayaan yang dialami oleh santri asal banyuwangi. kami (Pondok Pesantren Al Ishlahiyyah) hendak menyampaikan beberapa hai terkait peristiwa tersebut:
1. Kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya santri dari PPTQ. Al-Hanifiyyah. Semoga almarhum diterima di sisi oleh Allah SWT, Serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, Amin.
2. Kami menekankan bahwasanya kejadian peristiwa tersebut tidak berada di lokasi Pondok Pesantren Al Ishlahiyyah.
3. Peristiwa kasus ini terjadi di PPTQ. Al-Hanifiyyah yang lokasinya berdekatan dengan Pondok Pesantren Al Ishlahiyyah.
4. Informasi yang kami terima, kasus ini sudah di proses hukum oleh POLRESTA kediri dan sudah ada penetapan tersangka.
Demikian pernyataan sikap yang dapat kami sampaikan. Apabila ada kurang dan lebihnya kami mohon maaf sebesar-besarnya.
Wassalamu'alaikum wrb wb.
Pimpinan Ponpes Al Ishlahiyyah, Abdulloh Hisyam Chumaidi menyebutkan bahwa Bintang adalah santri PPTQ Al Haniffiyah yang diketahui berdekatan dengan lokasi pesantren yang dipimpinnya itu.
"Kami menekankan bahwasanya kejadian peristiwa tersebut tidak berada di lokasi Pondok Pesantren Al Ishlahiyyah. Peristiwa kasus ini terjadi di PPTQ Al Hanifiyyah yang lokasinya berdekatan dengan Pondok Pesantren Al Ishlahiyyah," kata Abdulloh dalam keterangannya.
Meski begitu, ia turut prihatin dengan apa yang menimpang santri asal Banyuwangi itu dan ikut mendoakan Bintang.
"Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya santri dari PPTQ Al Hanifiyyah. Semoga alharhum diterima di sisi Allah SWT," tuturnya.
Sebagai informasi, empat tersangka telah ditetapkan oleh Polres Kediri Kota, Jawa Timur, atas kematian santri Bintang Balqis Maulana asal Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Bekerja sama dengan Polresta Banyuwangi, penetapan tersangka dilakukan setelah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi.
Diketahui, para santri yang jadi tersangka berasal dari beberapa daeral berbeda dengan usia paling muda 16 tahun.
Mereka adalah MA (18) asal Nganjuk, MN (18) asal Sidoarjo, AK (17) asal Surabaya, dan AF (16) dari Denpasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









