Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah, Pramono Terus Pantau Perkembangan Konflik Timur Tengah

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, berharap eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran tidak berlangsung lama. Perang yang berkepanjangan berpotensi memicu dampak ekonomi, termasuk kenaikan harga barang dan jasa di Jakarta.
"Mudah-mudahan secara sungguh-sungguh saya sebagai Gubernur Jakarta berharap agar perang ini tidak berlangsung lama. Karena kalau berlangsung lama pasti akan berdampak pada barang dan jasa," kata Pramono kepada wartawan di Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Dia menyoroti potensi gangguan rantai pasok global, apabila konflik meluas dan berdampak pada jalur distribusi internasional. Dia menyinggung kemungkinan penutupan Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Siapkan Raperda Bangun Keluarga Berkualitas, Investasi Menuju Kota Global
"Kalau kemudian ini ditutup (Selat Hormuz) pasti dampaknya supply chain-nya menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan untuk barang tersebut menjadi lebih mahal," ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut pada akhirnya akan memicu kenaikan harga di tingkat konsumen. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jakarta akan terus memantau perkembangan situasi global guna mengantisipasi dampaknya terhadap stabilitas ekonomi daerah.
"Kepada harga pasti akan terdampak. Sehingga dengan demikian saya berharap bahwa perang ini tidak berlangsung lama," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan tersebut. Pemerintah Iran telah mengonfirmasi kematian Khamenei akibat operasi militer AS-Israel.
Namun, klaim keberhasilan itu muncul sebelum militer AS mengumumkan adanya korban di pihak mereka. Untuk pertama kalinya, Washington menyatakan sedikitnya tiga personel militer AS tewas akibat serangan balasan Iran yang menargetkan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Lima personel lainnya dilaporkan mengalami luka serius, sementara sejumlah lainnya menderita luka ringan. Serangan balasan itu diklaim oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang menyebut pangkalan militer AS di Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Qatar sebagai sasaran. Beberapa negara lain di kawasan yang menjadi lokasi penempatan pasukan AS juga melaporkan adanya ledakan dan serangan rudal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








