Raperda Sistem Kesehatan Daerah Jakarta Didorong Fokus Pencegahan dan Kualitas Layanan

AKURAT.CO Komisi E DPRD Provinsi Jakarta menekankan pentingnya penguatan sistem kesehatan berbasis pencegahan penyakit dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Kesehatan Daerah.
Menurut Anggota Komisi E DPRD Jakarta, Yudha Permana, layanan kesehatan harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan angka penyakit yang terus meningkat.
"Yang paling utama itu preventif dulu, supaya warga tidak sakit dan hidup sehat," katanya, di Gedung DPRD Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Yudha mengatakan, sistem layanan kesehatan di Jakarta juga harus memiliki indikator kinerja yang jelas bagi setiap rumah sakit, agar kualitas penanganan pasien dapat terukur.
"Jangan sampai warga sakit, pulang dari rumah sakit bukannya sembuh malah sakit lagi. Harus ada KPI rumah sakit, mana yang pasiennya sembuh, mana yang tingkat pasien kambuhnya tinggi," jelasnya.
Baca Juga: Penerbangan Kelantan-Jakarta Dibuka 16 Juni, Pramono Anung: Kunjungan Wisatawan Malaysia Meningkat
Yudha mendorong pelayanan kesehatan di Jakarta terintegrasi secara digital dan didukung basis data lengkap untuk mempercepat penanganan pasien. Menurutnya, melalui penanganan yang terintegrasi membuat kesehatan pasien lebih terjamin.
"Pelayanan harus terintegrasi dan berbasis online, serta didukung data yang lengkap," katanya.
Yudha turut menyoroti peningkatan sejumlah kasus penyakit di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut kasus diabetes mengalami kenaikan tajam sepanjang 2023 hingga 2025. Tak hanya diabetes, kasus penyakit seperti gagal ginjal, hipertensi hingga tuberkulosis (TBC) juga perlu mendapat perhatian serius.
"Diabetes di Jakarta meningkat tajam dari 2023 hingga 2025. Gagal ginjal naik, hipertensi hampir satu juta kasus, kemudian TBC," ungkapnya.
Yudha mendorong Pemprov Jakarta, melalui Dinas Kesehatan, mengoptimalkan anggaran kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Termasuk mempercepat layanan diagnosis melalui penyediaan alat kesehatan seperti CT scan dan MRI.
Baca Juga: Pramono Minta Penindakan Praktik Judi Online di Jakarta Tak Berhenti di Tengah Jalan
"Anggaran harus dioptimalkan untuk kebutuhan masyarakat, misalnya percepatan diagnosis melalui CT scan dan MRI," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







