Tentara Israel Gali Lokasi Pemakaman, Diduga Curi Organ Tubuh Jenazah Penduduk Palestina

AKURAT.CO Sejumlah kuburan di wilayah Gaza Selatan, Palestina, mengalami penjarahan oleh tentara Israel yang mengacak-acak lokasi pemakaman.
Mereka melakukan penggalian pada beberapa makam dan mencuri jenazah yang sudah membusuk.
Pencurian jenazah penduduk Palestina telah sering dilaporkan di wilayah Gaza sejak dimulainya genosida Israel.
Sebelumnya, pada tanggal 6 Januari, Kantor Media Gaza mengkonfirmasi bahwa pasukan Israel telah mencuri jenazah dari 150 warga Palestina di pemakaman Al-Tuffah di Gaza.
Mereka melakukan tindakan tersebut dengan menggali dan merusak 1.100 kuburan.
Baca Juga: Israel Klaim Temukan Pabrik Senjata Bawah Tanah Terbesar di Gaza
Pihak berwenang di Gaza menyatakan bahwa jenazah-jenazah tersebut kemudian dibawa pergi ke lokasi yang tidak diketahui, karena mencurigai pasukan pendudukan Israel akan melakukan pencurian organ pada jenazah tersebut.
Kantor Media Pemerintah di Gaza yang dikuasai Hamas mengungkapkan bahwa kondisi jenazah yang terpotong-potong dan kehilangan sejumlah organ tubuh membuat jenazah sulit diidentifikasi
"Tentara pendudukan melanggar martabat jenazah 80 syuhada, dengan menyerahkan mereka dalam keadaan dimutilasi dan dicuri organnya, serta menolak menyebutkan secara spesifik nama para syuhada dan di mana jenazah mereka dicuri selama perang di Jalur Gaza," terang Kantor Media Pemerintah Gaza
Selain itu menurut laporan dari Euro-Med, pasukan Israel secara berulang kali mengarahkan serangannya ke beberapa kuburan di Jalur Gaza.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa tentara Israel melakukan tindakan menggali kuburan dan diduga melakukan pencurian organ tubuh dari jenazah.
Baca Juga: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Bongkar Tiga Syarat Perdamaian di Jalur Gaza
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






