Zionis Israel Lanjutkan Serangan ke Gaza Sesaat Setelah Gencatan Senjata Diumumkan

AKURAT.CO Serangan militer Israel terus mengguncang wilayah Gaza meskipun gencatan senjata telah diumumkan.
Dilaporkan, sedikitnya 77 orang tewas dalam serangan pada Rabu (15/1/2025) dan Kamis (16/1/2025), termasuk 21 anak-anak dan 25 wanita.
Otoritas setempat menggambarkan situasi sebagai pengeboman tanpa henti. Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS, Jon Finer, menyatakan, "Pemerintahan Joe Biden sepenuhnya mengharapkan kesepakatan gencatan senjata dan penyerahan sandera dilaksanakan pada Minggu."
Namun, ketegangan meningkat setelah Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, dari Partai Zionis sayap kanan, mengancam akan keluar dari koalisi pemerintahan jika Israel tidak kembali berperang pasca-tahap pertama perjanjian.
Baca Juga: Israel Siap Tarik Pasukan dari Jalur Gaza
Gencatan Senjata Tiga Tahap
Israel dan Hamas telah menyepakati gencatan senjata yang direncanakan dimulai pada 19 Januari. Kesepakatan tersebut akan berlangsung dalam tiga fase:
Fase pertama, berlangsung selama 42 hari, mencakup pembebasan sandera perempuan, anak-anak, dan lansia, serta penghentian serangan untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan.
Fase kedua, bertujuan mengakhiri perang, termasuk pembebasan sandera pria oleh Hamas sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina dari penjara Israel.
Fase ketiga, memfokuskan pada pemulangan jenazah dan implementasi rencana rekonstruksi Gaza.
Situasi di Gaza saat ini bercampur antara suka cita dan kecemasan. Dilansir dari Al Jazeera, beberapa warga menyambut baik penghentian serangan, tetapi lainnya khawatir Israel akan memanfaatkan waktu sebelum gencatan senjata untuk meningkatkan intensitas serangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










