Update Perang India Serang Pakistan Atas Pembantaian Kashmir Melalui Operasi Sindoor, Apa Itu?

AKURAT.CO Pecah perang India serang Pakistan sebagai balasan serangan teroris mematikan di Pahalgam, Kashmir, yang mengakibatkan 26 korban jiwa dengan melancarkan Operasi Sindoor.
Operasi Sindoor yang dilakukan oleh militer India telah menargetkan 9 kamp teroris di Pakistan dan wilayah yang diduduki Pakistan, menandai peningkatan signifikan dalam ketegangan yang berlangsung antara kedua negara.
Dikutip dari Reuters, Rabu (7/5/2025), India melancarkan serangan terhadap wilayah Pakistan hari ini dan Kashmir yang dikuasai Pakistan, yang kemudian dibalas oleh Pakistan dengan menembak jatuh lima pesawat tempur India.
Serangan tersebut menjadi bentrokan paling sengit dalam lebih dari 20 tahun antara dua negara bersenjata nuklir yang saling bermusuhan tersebut.
Baca Juga: Piala Sudirman: Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Usai Kalahkan India 4-1
Menurut India, serangan mereka menargetkan 9 lokasi yang disebut sebagai markas kelompok teroris di Pakistan, termasuk beberapa tempat yang terkait dengan serangan militan Islam bulan lalu terhadap wisatawan Hindu di Kashmir India, yang menewaskan 26 orang.
Sementara itu, pemerintah Pakistan mengklaim bahwa enam wilayah di negaranya menjadi sasaran serangan dan menyebabkan delapan korban jiwa.
Sejak merdeka pada tahun 1947, India dan Pakistan telah dua kali terlibat perang memperebutkan wilayah Kashmir, daerah dengan mayoritas penduduk Muslim yang diklaim sepenuhnya oleh kedua negara, meskipun masing-masing hanya menguasai sebagian.
Sejak kesepakatan gencatan senjata pada tahun 2003, yang diperbarui kembali pada 202, konflik langsung antara kedua negara jarang terjadi, terutama serangan India ke wilayah Pakistan di luar Kashmir yang dikuasai Pakistan.
Baca Juga: Piala Sudirman 2025: Fajar/Rian Absen Lawan India, Jonatan dan Putri Masuk Line-up
Namun, para pengamat menilai kemungkinan konflik membesar kali ini lebih tinggi, mengingat adanya serangan India yang cukup besar dan disebut sebagai "Operasi Sindoor" oleh pemerintah New Delhi.
Apa Itu Operasi Sindoor?
Nama yang dipilih India untuk operasi militernya terhadap Pakistan tampaknya memiliki makna simbolis yang kuat, terutama dari sisi keagamaan.
Operasi Sindoor mengacu pada logo yang warna merah terang. biasanya berupa bubuk, yang biasa dipakai oleh perempuan Hindu yang telah menikah di bagian tengah dahi mereka.
Serangan terhadap warga sipil di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada bulan April lalu menyebabkan banyak perempuan kehilangan suami mereka dan menjadi janda.
Tak lama setelah tragedi itu, sebuah foto viral menunjukkan seorang wanita terbaring di samping jenazah suaminya, menggambarkan duka mendalam dan trauma yang dialami para korban.
Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri India juga mengunggah gambar di platform X yang menampilkan simbol Operasi Sindoor, bubuk merah yang melambangkan sindoor.
“Dunia harus menunjukkan toleransi nol terhadap terorisme,” tulis Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar di X.
“Kemenangan bagi India,” tulis Menteri Pertahanan Rajnath Singh dalam bahasa Hindi.
Adanya Operasi Sindoor yang dilakukan oleh India, membuat dunia heboh dengan adanya kemungkinann perang besar antara India dan Pakistan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







