Diserang Balik oleh Iran, Israel Tutup Sejumlah Media untuk Hilangkan Rasa Malu pada Dunia

AKURAT.CO Gelombang baru serangan rudal dari Iran kembali mengguncang wilayah pendudukan Israel dalam operasi militer bertajuk Janji Sejati III, Jumat (13/6/2025) dini hari waktu setempat.
Menurut laporan Press TV, media resmi Iran, serangan ini dilancarkan sebagai bentuk balasan atas serangan udara Israel ke berbagai kota di Iran, yang sebelumnya menewaskan sejumlah tokoh militer penting.
Serangan dimulai sekitar pukul 01.30 waktu Iran, menyasar berbagai wilayah strategis di Israel seperti Tel Aviv, Yerusalem al-Quds yang diduduki, Danau Tiberias, Haifa, Beersheba, dan lokasi-lokasi lain.
Salah satu rudal bahkan dilaporkan menghantam sebuah gedung pencakar langit setinggi 50 lantai di Tel Aviv, menyebabkan ledakan besar dan asap membubung tinggi di atas kota tersebut.
Media Israel menggambarkan suasana kekacauan. Layanan darurat dikerahkan ke berbagai titik yang menjadi target, terutama di wilayah selatan Tel Aviv.
Dalam kondisi seperti ini, otoritas Israel segera mengambil langkah drastis: menutup akses media dan memberlakukan sensor informasi. Komando Front Dalam Negeri Israel disebutkan telah “memberlakukan pemblokiran media pada rincian tertentu untuk menghindari rasa malu lebih lanjut.”
Baca Juga: Iran Serang Israel, Hantam Sejumlah Gedung di Tel Aviv dan Yerussalem
Langkah penutupan media ini dianggap sebagai cara untuk meredam dampak psikologis serangan Iran yang sukses menembus sistem pertahanan Israel dan menargetkan fasilitas sensitif.
Salah satu target tersebut, menurut Direktur Pusat Studi Strategis dan Hubungan Internasional Iran, Amir Al-Mousawi, adalah pusat penelitian nuklir di Tel Aviv.
Beberapa laporan juga menyebut bahwa gedung kementerian urusan militer Israel turut menjadi sasaran. “Rezim telah memberlakukan sensor, memerintahkan para pemukim untuk tidak menerbitkan gambar atau video situs yang menjadi sasaran rudal Iran,” tulis Press TV dalam laporannya.
Pihak Iran mengklaim bahwa sedikitnya 150 target telah berhasil diserang. Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi, yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Iran, menyatakan bahwa operasi ini akan terus berlanjut selama dianggap perlu. “Operasi Janji Sejati III akan terus berlanjut selama diperlukan,” ujar Vahidi kepada televisi pemerintah.
Baca Juga: Rudal Iran Serang Israel, Ledakan Terdengar di Tel Aviv dan Yerusalem
Operasi ini digelar setelah serangan mematikan Israel pada Jumat pagi yang menewaskan sejumlah jenderal senior Iran, termasuk Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dan Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, serta beberapa ilmuwan nuklir. Lebih dari 70 warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, juga dilaporkan tewas.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, menyatakan bahwa Israel telah membuat “kesalahan besar” yang akan membawa akibat fatal.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Rakyat Iran yang agung dapat yakin bahwa Angkatan Bersenjata akan bertindak dengan kuat untuk mendukung mereka dan akan memberikan pukulan berat terhadap rezim ini.”
Seiring dengan berlanjutnya ketegangan antara dua negara, respons militer Iran yang disebut-sebut sebagai serangan strategis ini menandai babak baru dalam konflik terbuka di kawasan.
Sementara Israel berusaha mengontrol narasi publik dengan menutup akses informasi, Iran justru mempublikasikan keberhasilan operasinya melalui berbagai kanal resmi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










