Kebakaran Hutan Spanyol 2025: Ribuan Warga Dievakuasi, Korban Jiwa Terus Bertambah

AKURAT.CO Spanyol dan Portugal kembali berhadapan dengan kebakaran hutan besar-besaran yang kian sulit dikendalikan. Pemerintah Spanyol bahkan mengerahkan tambahan 500 pasukan untuk memadamkan api, sehingga total personel yang terlibat mencapai 1.900 orang. Hingga kini, jumlah korban jiwa akibat bencana ini sudah meningkat menjadi empat orang.
Salah satu korban terbaru adalah seorang petugas pemadam kebakaran di wilayah Castile dan León. Ia meninggal dunia pada Minggu setelah truk yang ditumpanginya terperosok ke jurang saat berusaha memadamkan api. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden tersebut.
Kondisi serupa juga terjadi di negara tetangga, Portugal. Presiden Marcelo Rebelo de Sousa mengonfirmasi bahwa seorang petugas pemadam kebakaran tewas dalam kecelakaan lalu lintas “tragis” saat bertugas. Dua rekannya juga mengalami luka-luka.
Warga Dievakuasi Massal
Situasi paling genting tercatat di Castile dan León. Asap tebal membuat udara di kawasan tersebut nyaris mustahil dihirup. Media lokal Radio 5 melaporkan ribuan warga terpaksa dievakuasi dari rumah mereka. Hingga Senin, sekitar 27.000 orang telah meninggalkan wilayah barat laut dan barat Spanyol karena kobaran api yang tak kunjung padam.
Kebakaran di provinsi Cáceres, Spanyol bagian barat, juga masih belum terkendali. Api sudah melahap lebih dari 11.000 hektar lahan. Sementara di Galicia, ada 12 titik kebakaran besar, terutama di provinsi Ourense. Kebakaran terparah di sana menghanguskan 17.500 hektar area hutan.
Korban Jiwa Bertambah
Dalam sepekan terakhir, jumlah korban terus bertambah. Dua relawan sebelumnya tewas di León saat berusaha membantu pemadaman. Seorang pria lainnya meninggal dunia di Tres Cantos, dekat Madrid, akibat kebakaran yang meluas ke pemukiman. Terbaru, lima orang dilaporkan terluka di Castile dan León, empat di antaranya dalam kondisi kritis.
Data dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa (EFFIS) menunjukkan bahwa sejak awal 2025, lebih dari 343.000 hektar lahan di Spanyol telah terbakar, hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Portugal juga menghadapi situasi tak kalah genting, dengan kebakaran hutan sejak akhir Juli sudah menghanguskan sekitar 216.000 hektar, terutama di wilayah utara dan tengah negara itu.
Upaya Penanganan dan Faktor Pemicu
Untuk mengatasi kebakaran ini, Spanyol dan Portugal telah mengaktifkan Mekanisme Perlindungan Sipil Eropa yang memungkinkan bantuan darurat lintas negara. Beberapa negara anggota Uni Eropa mengirimkan petugas pemadam tambahan, termasuk dukungan berupa dua pesawat khusus untuk memadamkan api.
Namun, upaya pemadaman bukan tanpa kendala. Garda Sipil Spanyol bahkan menemukan adanya warga yang masih nekat melakukan pembakaran tanpa izin. Akibatnya, empat orang di A Coruña, Galicia, sudah dikenakan sanksi hukum. Di Spanyol, menyebabkan kebakaran hutan, meskipun tidak disengaja, termasuk tindak pidana.
Para ahli meteorologi menegaskan bahwa kebakaran hutan di Eropa selatan semakin parah karena dampak perubahan iklim. Gelombang panas ekstrem yang melanda kawasan ini membuat api lebih cepat meluas dan sulit dikendalikan. Badan meteorologi Spanyol mencatat fenomena cuaca ekstrem kini terjadi lebih sering dan lebih intens akibat aktivitas manusia yang memperburuk pemanasan global.
Ancaman Rutin di Musim Panas
Kebakaran hutan sejatinya bukan hal baru di kawasan selatan Eropa, terutama saat musim panas. Namun, tahun ini tingkat keparahan kebakaran meningkat drastis. Dengan kondisi iklim yang kian ekstrem, ancaman kebakaran hutan diprediksi akan semakin sering terjadi dan menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi lingkungan maupun korban jiwa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









