Akurat
Pemprov Sumsel

Pangeran Turki: Hanya Trump yang Bisa Tekan Israel Akhiri Serangan ke Palestina

Kumoro Damarjati | 25 September 2025, 12:55 WIB
Pangeran Turki: Hanya Trump yang Bisa Tekan Israel Akhiri Serangan ke Palestina

AKURAT.CO Mantan kepala intelijen Arab Saudi, Pangeran Turki al-Faisal, menilai hanya Presiden AS Donald Trump yang memiliki pengaruh besar untuk menekan Israel menghentikan apa yang ia sebut sebagai “perang genosida terhadap Palestina.”

Dalam wawancara eksklusif dengan program W News Al Arabiya English, Rabu (24/9), Pangeran Turki menyebut operasi militer Israel di Gaza—yang dimulai setelah serangan Hamas pada Oktober 2023—sebagai “kasus genosida yang nyata.”

Dorongan Pengakuan Negara Palestina

Pangeran Turki menyambut baik semakin banyak negara yang mengakui kedaulatan Palestina. Namun, ia menegaskan pengakuan saja tidak cukup.

“Negara-negara yang sudah mengakui Palestina harus menindaklanjuti dengan melindungi kedaulatan dan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Menurutnya, Arab Saudi dan Prancis, yang memimpin upaya diplomasi global, perlu menggandeng Washington. “Hanya Amerika Serikat yang punya kekuatan nyata untuk memaksa Israel mengubah arah kebijakannya,” katanya.

Bantah Klaim Israel

Menanggapi anggapan Israel bahwa pengakuan Palestina berarti mendukung Hamas, Pangeran Turki membantah keras.

“Hamas mendapat dukungan justru karena penindasan Israel. Bukan karena pengakuan negara Palestina,” tegasnya.

Ia juga menuduh Israel telah “mencuri tanah Palestina selama lebih dari 60 tahun,” menandakan kebijakan pendudukan yang berlangsung lama.

Kritik terhadap Serangan Israel

Soal serangan Israel di Doha awal bulan ini yang menargetkan pejabat Hamas, Pangeran Turki mengatakan tidak terkejut.

“Ini membuktikan Israel bukan mitra yang dapat dipercaya untuk perdamaian di kawasan. Sejak awal, Israel sudah menjadi pihak yang berbahaya,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.