Akurat
Pemprov Sumsel

Operasi Militer AS di Venezuela Tewaskan 32 Perwira Kuba, Havana Umumkan Masa Berkabung

Kumoro Damarjati | 5 Januari 2026, 14:23 WIB
Operasi Militer AS di Venezuela Tewaskan 32 Perwira Kuba, Havana Umumkan Masa Berkabung

AKURAT.CO Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela dilaporkan menewaskan sedikitnya 32 perwira militer dan kepolisian Kuba. Pemerintah Kuba pada Minggu (4/1) mengumumkan jumlah korban tersebut sebagai laporan resmi pertama terkait dampak serangan udara AS di negara Amerika Selatan itu.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Kuba, disebutkan bahwa para perwira tersebut tengah menjalankan misi militer atas permintaan pemerintah Venezuela. Meski demikian, otoritas Kuba tidak merinci tugas spesifik yang sedang dijalankan personel mereka di wilayah tersebut.

Kuba selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Venezuela dan telah mengirimkan aparat militer serta kepolisian untuk membantu berbagai operasi keamanan dalam beberapa tahun terakhir. Kabar mengenai kematian personel Kuba sebenarnya telah beredar luas di Pulau Karibia itu sejak akhir pekan lalu, sebelum akhirnya dikonfirmasi secara resmi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyinggung insiden tersebut saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One, Minggu malam, dalam perjalanan dari Florida menuju Washington.

“Banyak orang Kuba tewas kemarin. Di pihak mereka terjadi banyak kematian, sementara di pihak kami tidak ada korban,” ujar Trump.

Operasi militer AS pada Sabtu lalu juga berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya. Keduanya diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi proses hukum dengan dakwaan keterlibatan dalam konspirasi narkoterorisme.

Pemerintah Venezuela mengakui adanya korban jiwa akibat serangan udara Amerika Serikat, namun tidak memberikan angka pasti terkait jumlah korban tewas kepada Associated Press.

Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Kuba menetapkan dua hari berkabung nasional atas kematian para perwira tersebut. Presiden Miguel Díaz-Canel dan mantan presiden sekaligus tokoh revolusi Kuba, Raúl Castro, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Hingga kini, identitas dan jabatan para perwira yang tewas belum diumumkan secara terbuka.

Dalam pernyataan resmi, pemerintah Kuba menyebut para personel tersebut gugur saat menjalankan tugas negara. Mereka disebut tewas dalam pertempuran langsung melawan pasukan penyerang maupun akibat serangan bom terhadap fasilitas yang mereka jaga.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga menyoroti peran Kuba di Venezuela. Rubio menyatakan bahwa aparat keamanan internal Maduro selama ini dipimpin dan didukung oleh personel asal Kuba.

“Pengamanan Maduro, termasuk badan intelijennya, dipenuhi oleh orang-orang Kuba. Mereka yang selama ini menopang kekuasaan Maduro,” ujar Rubio.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.