Protes Perang Iran di Senat AS Ricuh, Veteran Marinir Alami Patah Lengan Saat Dikeluarkan dari Sidang

AKURAT.CO Insiden ricuh terjadi dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat Amerika Serikat pada Rabu setelah seorang aktivis anti-perang mengganggu jalannya rapat. Aktivis tersebut akhirnya dikeluarkan secara paksa oleh polisi Capitol dengan bantuan seorang senator Partai Republik. Dalam insiden itu, pria yang diketahui sebagai veteran Marinir mengalami patah lengan.
Senator Partai Republik dari Montana, Tim Sheehy, membela tindakannya setelah membantu petugas United States Capitol Police mengeluarkan seorang pengunjuk rasa dari ruang sidang di Capitol Hill.
Pengunjuk rasa tersebut adalah Brian McGinnis, seorang veteran United States Marine Corps yang mengenakan seragam resmi saat memasuki sidang United States Senate Armed Services Committee.
Ia mengganggu jalannya sidang dengan meneriakkan protes terhadap serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
“Tidak ada yang ingin berperang untuk Israel,” teriak McGinnis ketika tiga petugas berusaha mengeluarkannya dari ruang sidang.
Baca Juga: Isu Greenland Memanas, Senator AS Tantang Kebijakan Tarif Trump
Saat didorong keluar, lengannya dilaporkan tersangkut pada bingkai pintu. Ketika Sheehy ikut membantu petugas, terdengar suara patah. Seorang pengunjung sidang kemudian berteriak, “Seorang senator AS baru saja mematahkan tangan seorang Marinir.”
Setelah kembali ke kursinya, seorang pria yang menyaksikan kejadian itu memaki Sheehy sebagai “pengecut” dan “punk”. Senator tersebut terlihat membalas dengan mengatakan, “Go f*** yourself.”
Saat akhirnya dibawa keluar ruangan, McGinnis terus meneriakkan dukungan untuk Palestina. “Free Palestine, from the Halls of Montezuma to the shores of Tripoli, Palestine will be free,” katanya, merujuk pada baris pembuka lagu resmi Korps Marinir AS.
Menanggapi video insiden tersebut di platform X, Sheehy—yang merupakan mantan anggota United States Navy SEALs—mengatakan ia hanya berusaha membantu meredakan situasi.
“Polisi Capitol sedang mencoba mengeluarkan seorang pengunjuk rasa yang tidak terkendali dari sidang Armed Services. Dia melawan. Saya memutuskan membantu dan meredakan situasi,” tulis Sheehy.
“Pria ini datang ke Capitol untuk mencari konfrontasi, dan dia mendapatkannya. Saya harap dia mendapatkan bantuan yang dibutuhkan tanpa menimbulkan kekerasan lebih lanjut.”
Menurut polisi Capitol, McGinnis kemudian ditangkap dan menghadapi tiga dakwaan, masing-masing terkait penyerangan terhadap petugas polisi, melawan penangkapan, serta melakukan demonstrasi ilegal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








