Akurat
Pemprov Sumsel

Mojtaba Khamenei Resmi Ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Baru Iran

Nurma Nafisa Faradilla | 9 Maret 2026, 12:45 WIB
Mojtaba Khamenei Resmi Ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Baru Iran
Mojtaba Khamenei. (ncr iran)

AKURAT.CO Mojtaba Khamenei resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, wafat. Penunjukan ini diumumkan oleh media pemerintah Iran pada Senin (9/3).

Dengan penetapan tersebut, Mojtaba Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada usia 56 tahun sekaligus menjadi pemimpin tertinggi ketiga sejak Revolusi Islam 1979. Ia menggantikan ayahnya yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade dan dikenal memiliki pengaruh besar dalam arah politik serta kebijakan luar negeri negara tersebut.

Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran terjadi di tengah situasi geopolitik yang memanas, terutama setelah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Penetapan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran diputuskan melalui mufakat Majelis Ahli, lembaga yang terdiri dari 88 ulama dan tokoh agama yang memiliki kewenangan untuk memilih pemimpin tertinggi negara tersebut.

Baca Juga: Israel Tembakkan Rudal ke Iran Sesaat Setelah Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi

Sebagai pemimpin tertinggi, posisi ini memiliki kekuasaan yang sangat besar dalam sistem pemerintahan Iran. Pemimpin tertinggi berwenang mengawasi lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta menentukan kebijakan strategis negara, termasuk program nuklir dan kebijakan pertahanan.

Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam juga menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan baru tersebut.

Dikutip dari berbagai sumber, banyak pengamat memperkirakan bahwa Mojtaba Khamenei akan melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang dikenal memiliki sikap tegas terhadap Amerika Serikat.

Profil Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di kota Mashhad, salah satu pusat keagamaan penting di Iran yang berada di wilayah timur laut negara tersebut.

Ia merupakan putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei yang memimpin Iran sebagai Pemimpin Tertinggi sejak tahun 1989 hingga wafat dalam serangan udara yang terjadi pada akhir Februari lalu.

Sejak kecil, Mojtaba tumbuh di lingkungan yang sangat dekat dengan dunia politik dan keagamaan. Ia menyaksikan langsung perjalanan politik ayahnya sejak masa Revolusi Islam hingga menjadi presiden Iran sebelum menjabat sebagai pemimpin tertinggi.

Baca Juga: Perang Iran vs AS Israel: Pejabat Tinggi Iran Bersatu Dukung Ayatollah Mojtaba Khamenei Sebagai Pemimpin Baru

Mojtaba Khamenei menikah dengan Zahra Haddad Adel, putri dari Gholam Ali Haddad Adel, seorang politikus konservatif yang pernah menjabat sebagai ketua parlemen Iran dan saat ini memimpin salah satu lembaga kebudayaan di negara tersebut.

Dalam serangan udara yang menargetkan kompleks kediaman keluarga Khamenei di Teheran, sejumlah anggota keluarga dilaporkan menjadi korban, termasuk istrinya. Mojtaba sendiri dilaporkan selamat dari peristiwa tersebut.

Kepemimpinan Baru di Tengah Ketegangan Global

Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran terjadi pada masa yang penuh tekanan politik dan keamanan.

Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat setelah serangkaian konflik militer dan serangan udara yang menargetkan fasilitas strategis di wilayah Iran.

Beberapa pejabat Israel bahkan menyampaikan ancaman bahwa pemimpin Iran yang dianggap melanjutkan kebijakan konfrontatif terhadap Israel dan Amerika Serikat dapat menjadi target serangan.

Situasi ini membuat kepemimpinan Mojtaba Khamenei berada di tengah sorotan dunia internasional, sekaligus menempatkannya dalam posisi penting dalam dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah.

Siapa Mojtaba Khamenei?

Mojtaba Khamenei adalah putra kedua Ayatollah Ali Khamenei yang kini resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran.

Apa peran Pemimpin Tertinggi di Iran?

Pemimpin tertinggi Iran memiliki kekuasaan besar yang mencakup pengawasan lembaga pemerintahan serta keputusan penting terkait kebijakan negara dan pertahanan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.