Akurat
Pemprov Sumsel

Pengamat: Negara Arab Tak Punya Nyali Deklarasikan Perang terhadap Iran

Lufaefi | 23 Maret 2026, 18:01 WIB
Pengamat: Negara Arab Tak Punya Nyali Deklarasikan Perang terhadap Iran
Ilustrasi Perang Iran vs AS Israel (istimewa)

AKURAT.CO Sejumlah negara Arab di kawasan Teluk diperkirakan tidak akan mendeklarasikan perang terhadap Iran meski ketegangan kawasan terus meningkat.

Beberapa negara Teluk dilaporkan siap memberikan dukungan kepada Amerika Serikat dalam konflik yang melibatkan Iran. Namun, dukungan tersebut disebut tidak akan sampai pada deklarasi perang secara resmi.

Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, menilai keterbatasan kapasitas militer menjadi salah satu faktor utama.

“Saya kira dalam konteks militer, negara Arab-Teluk ini jauh kemampuan militernya terhadap Iran, karena mereka selama ini sangat mengandalkan Amerika Serikat,” ujar Faisal, Senin (23/3/2026).

Baca Juga: Tak Gentar! Iran Tantang Balik AS Setelah Trump Ultimatum Buka Selat Hormuz

Menurutnya, ketergantungan pada dukungan militer AS membuat negara-negara tersebut berhitung matang sebelum mengambil langkah konfrontatif secara langsung.

Ia juga menyinggung kondisi persenjataan di tengah konflik yang terus berlangsung.

“Dan kita tahu dalam perang ini sudah menipis persediaan peluru kendali untuk mencegah pesawat-pesawat nirawak kamikaze Iran maupun peluru kendali balistik Iran yang ditembakkan ke arah pangkalan-pangkalan militer,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (21/3/2026), negara-negara Arab memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan serangan ke wilayah Teluk.

Iran sendiri disebut mengincar negara-negara yang dinilai bersekutu dengan AS sebagai respons atas serangan gabungan AS–Israel ke Teheran pada 28 Februari lalu.

Baca Juga: Eks Bos CIA: Trump di Posisi Sulit dalam Perang Iran

Meski demikian, Faisal menilai respons negara-negara Arab sejauh ini lebih bersifat diplomatik ketimbang militer. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengusir diplomat Iran, seperti yang dilakukan Arab Saudi.

Hingga kini, dinamika kawasan masih berkembang dengan potensi eskalasi yang terus menjadi perhatian komunitas internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi