Pertemuan Informal Uni Eropa Hari Kedua di Siprus: Zelensky Tolak Keanggotan Simbolik

AKURAT.CO Para pemimpin Uni Eropa melanjutkan hari kedua pertemuan informal di Siprus, Jumat (24/4/2026), setelah menyepakati pinjaman sebesar €90 miliar untuk Ukraina sehari sebelumnya. Keputusan ini diambil setelah Hungaria mencabut veto, membuka jalan bagi tambahan dukungan bagi Kyiv dalam menghadapi invasi Rusia.
Hasil pemilu di Hungaria pekan lalu menjadi faktor kunci. Perdana Menteri Viktor Orbán yang akan lengser tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Para pemimpin juga menyepakati paket sanksi baru terhadap Rusia.
Dalam pertemuan itu, isu keanggotaan Ukraina kembali dibahas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang hadir langsung, mendesak pembukaan tahap negosiasi keanggotaan. Ia menegaskan Ukraina telah memenuhi syarat dan menolak gagasan keanggotaan simbolis. Kyiv meminta percepatan proses menuju keanggotaan penuh dengan jadwal yang jelas.
Sejumlah pemimpin Eropa menyatakan dukungan. Perdana Menteri Estonia Kristen Michal menyebut masa depan Ukraina ada di Eropa, dan hanya tinggal menunggu waktu.
Selain Ukraina, para pemimpin juga membahas konflik di Timur Tengah, terutama dampak meluasnya konflik Iran. Perhatian tertuju pada klausul pertahanan bersama Uni Eropa, menyusul serangan drone terhadap pangkalan militer Inggris di Siprus. Namun pembahasan ini dinilai sensitif karena berkaitan dengan peran NATO.
Konflik Iran juga berdampak pada pasar energi. Selat Hormuz dan kenaikan harga energi menjadi perhatian utama. Uni Eropa meninjau sejumlah opsi untuk mengurangi dampak, namun belum mengambil keputusan dalam pertemuan ini.
Pada sesi lanjutan, Uni Eropa juga mengundang sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Mesir, Lebanon, Yordania, dan Suriah, serta perwakilan Dewan Kerja Sama Teluk.
Di sisi lain, pembahasan anggaran tujuh tahunan Uni Eropa juga menjadi agenda. Sejumlah negara meminta agar kontribusi nasional tetap terkendali. Target kesepakatan ditetapkan pada akhir 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







