Akurat Logo

Pertemuan Informal Uni Eropa Hari Kedua di Siprus: Zelensky Tolak Keanggotan Simbolik

Fitra Iskandar | 24 April 2026, 15:53 WIB
Pertemuan Informal Uni Eropa Hari Kedua di Siprus: Zelensky Tolak Keanggotan Simbolik
Bendera Uni Eropa. Foto: Istimewa

AKURAT.CO Para pemimpin Uni Eropa melanjutkan hari kedua pertemuan informal di Siprus, Jumat (24/4/2026), setelah menyepakati pinjaman sebesar €90 miliar untuk Ukraina sehari sebelumnya. Keputusan ini diambil setelah Hungaria mencabut veto, membuka jalan bagi tambahan dukungan bagi Kyiv dalam menghadapi invasi Rusia.

Hasil pemilu di Hungaria pekan lalu menjadi faktor kunci. Perdana Menteri Viktor Orbán yang akan lengser tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Para pemimpin juga menyepakati paket sanksi baru terhadap Rusia.

Dalam pertemuan itu, isu keanggotaan Ukraina kembali dibahas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang hadir langsung, mendesak pembukaan tahap negosiasi keanggotaan. Ia menegaskan Ukraina telah memenuhi syarat dan menolak gagasan keanggotaan simbolis. Kyiv meminta percepatan proses menuju keanggotaan penuh dengan jadwal yang jelas.

Sejumlah pemimpin Eropa menyatakan dukungan. Perdana Menteri Estonia Kristen Michal menyebut masa depan Ukraina ada di Eropa, dan hanya tinggal menunggu waktu.

Selain Ukraina, para pemimpin juga membahas konflik di Timur Tengah, terutama dampak meluasnya konflik Iran. Perhatian tertuju pada klausul pertahanan bersama Uni Eropa, menyusul serangan drone terhadap pangkalan militer Inggris di Siprus. Namun pembahasan ini dinilai sensitif karena berkaitan dengan peran NATO.

Konflik Iran juga berdampak pada pasar energi. Selat Hormuz dan kenaikan harga energi menjadi perhatian utama. Uni Eropa meninjau sejumlah opsi untuk mengurangi dampak, namun belum mengambil keputusan dalam pertemuan ini.

Pada sesi lanjutan, Uni Eropa juga mengundang sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Mesir, Lebanon, Yordania, dan Suriah, serta perwakilan Dewan Kerja Sama Teluk.

Di sisi lain, pembahasan anggaran tujuh tahunan Uni Eropa juga menjadi agenda. Sejumlah negara meminta agar kontribusi nasional tetap terkendali. Target kesepakatan ditetapkan pada akhir 2026.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.