Drone Hizbullah Hantam Israel, Netanyahu Panik: Ancaman Baru dari Lebanon Kian Sulit Dibendung

AKURAT.CO Serangan drone peledak yang diluncurkan kelompok Hizbullah dari Lebanon kembali mengguncang Israel. Sedikitnya lebih dari 15 drone meledak di wilayah Israel pada Selasa waktu setempat, sebagian besar menghantam zona militer di dekat perbatasan Lebanon.
Laporan media lokal Israel menyebut serangan drone kini menjadi ancaman serius yang semakin membuat pemerintah Israel khawatir. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan menyebut serangan drone Hizbullah sebagai “ancaman besar” dan mendesak militer segera menemukan solusi efektif untuk mengatasinya.
Media Israel Channel 12 melaporkan bahwa militer Israel kini mempercepat pengadaan sistem perlindungan dan perlengkapan pertahanan dari sejumlah negara Eropa untuk pasukan yang ditempatkan di Lebanon selatan dan wilayah perbatasan utara Israel.
Di tengah meningkatnya ancaman, tentara Israel juga memperluas operasi militer di Lebanon selatan pada Selasa. Langkah itu dilakukan untuk menekan kemampuan Hizbullah melancarkan serangan drone peledak ke wilayah Israel.
Namun, warga di permukiman Israel bagian utara mengaku operasi militer tersebut belum memberikan perubahan signifikan terhadap situasi keamanan. Ancaman drone masih terus dirasakan setiap hari.
Untuk memperkuat pertahanan, militer Israel disebut telah memasang lebih dari 250 ribu meter persegi jaring pelindung di berbagai titik strategis. Israel juga mulai membeli tambahan sekitar 280 ribu meter persegi jaring perlindungan guna menghadapi serangan drone yang semakin masif.
Laporan tersebut juga menyebut divisi teknologi militer Israel tengah mengembangkan berbagai inovasi untuk menangkal drone Hizbullah. Meski demikian, para pejabat keamanan mengakui hasil di lapangan masih jauh dari memadai dan belum ada solusi permanen yang benar-benar efektif.
Dalam beberapa jam terakhir, Israel dilaporkan meningkatkan intensitas serangan ke Lebanon setelah Netanyahu mengancam akan melancarkan “serangan kuat” terhadap Hizbullah menyusul meningkatnya kekhawatiran atas serangan drone lintas batas.
Sejak 2 Maret lalu, Israel terus menggencarkan ofensif militernya ke Lebanon. Berdasarkan data resmi, hampir 3.200 orang tewas, lebih dari 9.600 lainnya terluka, dan sekitar 1,6 juta warga terpaksa mengungsi akibat eskalasi konflik tersebut.
Meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 17 April dan diperpanjang hingga awal Juli, militer Israel disebut masih terus melancarkan serangan harian ke wilayah Lebanon.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








