Akurat Logo

Prancis Mengonfirmasi Kasus Pertama Virus Mematikan Ebola di Wilayahnya

Fitra Iskandar | 25 Juni 2026, 06:28 WIB
Prancis Mengonfirmasi Kasus Pertama Virus Mematikan Ebola di Wilayahnya
Prancis Mengonfirmasi Kasus Pertama Virus Mematikan Ebola di Wilayahnya. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Prancis mengonfirmasi kasus pertama Ebola di wilayahnya setelah seorang dokter yang baru kembali dari misi kemanusiaan di Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) dinyatakan terinfeksi virus mematikan tersebut.

Kementerian Kesehatan Prancis pada Rabu (24/6/2026) menyatakan bahwa dokter tersebut langsung dirawat di fasilitas medis khusus setibanya di negara itu dan saat ini berada dalam kondisi stabil.

Kasus ini menjadi infeksi Ebola pertama yang dikonfirmasi di Eropa di tengah merebaknya wabah besar di DR Kongo yang telah menewaskan ratusan orang.

Wabah Ebola di Kongo Terus Meluas

Pemerintah DR Kongo mengumumkan wabah Ebola pada bulan lalu. Namun para ahli meyakini virus tersebut telah menyebar selama beberapa pekan sebelum akhirnya terdeteksi secara resmi.

Hingga kini, lebih dari 260 orang dilaporkan meninggal dunia akibat Ebola di negara Afrika Tengah tersebut. Sementara jumlah kasus infeksi yang terkonfirmasi telah mencapai sekitar 1.000 orang.

Selain DR Kongo, negara tetangganya, Uganda, juga melaporkan penyebaran virus Ebola. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sedikitnya 20 kasus telah teridentifikasi di Uganda dengan dua kematian yang telah dikonfirmasi.

Risiko untuk Eropa Dinilai Rendah

Meski kasus pertama telah ditemukan di Prancis, pemerintah setempat menegaskan risiko penyebaran kepada masyarakat umum masih sangat rendah.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, juga menilai ancaman wabah terhadap dunia internasional masih berada pada level rendah dan meminta masyarakat untuk tidak panik.

Pihak berwenang Prancis kini sedang melakukan pelacakan kontak untuk mengidentifikasi orang-orang yang kemungkinan pernah berinteraksi dengan dokter tersebut setelah kembali dari Afrika.

Tenaga Kesehatan Jadi Kelompok Paling Rentan

Ebola merupakan penyakit yang menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Karena itu, tenaga kesehatan menjadi kelompok yang paling berisiko tertular selama menangani pasien.

WHO sebelumnya melaporkan bahwa 75 tenaga kesehatan di DR Kongo telah terinfeksi Ebola selama wabah berlangsung. Dari jumlah tersebut, 17 orang dilaporkan meninggal dunia.

Wabah kali ini disebabkan oleh spesies virus Ebola Bundibugyo, jenis yang hingga saat ini belum memiliki vaksin yang tersedia secara luas.

Prancis Perketat Pengawasan

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Prancis telah membentuk sistem pemantauan khusus bagi pekerja kemanusiaan dan petugas yang kembali dari DR Kongo.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) serta otoritas kesehatan Amerika Serikat memperingatkan bahwa wabah Ebola saat ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah.

Sebagian besar kasus di DR Kongo terkonsentrasi di provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan. Provinsi Ituri menjadi pusat utama penyebaran dengan lebih dari 90 persen kasus terkonfirmasi berasal dari wilayah tersebut.

WHO juga mengingatkan bahwa konflik bersenjata di wilayah timur DR Kongo memperumit upaya pengendalian wabah. Kelompok pemberontak M23 diketahui masih menguasai sebagian wilayah Kivu Utara dan Kivu Selatan, sehingga akses tenaga medis dan bantuan kemanusiaan menjadi lebih sulit.

Dengan munculnya kasus pertama di Prancis, perhatian dunia kini tertuju pada upaya pencegahan agar wabah Ebola tidak menyebar lebih luas ke luar kawasan Afrika.

Sumber: BBC

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.