Akurat Logo

Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia Memanas, Polisi Siaga Penuh Antisipasi Kerusuhan

Fitra Iskandar | 9 Juli 2026, 13:02 WIB
Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia Memanas, Polisi Siaga Penuh Antisipasi Kerusuhan
Suporte Maroko, thetimes

AKURAT.CO Laga perempat final Piala Dunia antara Prancis dan Maroko pada Kamis malam waktu setempat diprediksi tidak hanya berlangsung sengit di lapangan, tetapi juga menjadi ujian bagi keamanan di berbagai kota di Prancis. Aparat memperketat pengamanan menyusul kekhawatiran akan potensi kerusuhan saat ribuan suporter turun ke jalan merayakan hasil pertandingan.

Pertemuan kedua negara berlangsung di tengah hubungan diplomatik yang sedang menghangat. Presiden Prancis Emmanuel Macron sejak 2024 secara resmi mendukung rencana kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, langkah yang mempererat hubungan Paris dan Rabat setelah beberapa tahun diwarnai ketegangan.

Meski demikian, pertandingan ini dinilai memiliki risiko keamanan yang tinggi. Prancis memiliki komunitas warga keturunan Maroko yang mencapai sekitar 1,7 juta jiwa, sehingga laga diperkirakan akan memicu perayaan besar di berbagai kota apabila Maroko maupun Prancis meraih kemenangan.

Polisi Larang Kembang Api dan Suar

Kepolisian Paris telah melarang penggunaan suar, petasan, dan kembang api selama malam pertandingan. Larangan tersebut diberlakukan karena pengalaman pada turnamen-turnamen besar sebelumnya yang kerap diwarnai aksi vandalisme, bentrokan, hingga kerusuhan.

Pihak kepolisian mengingatkan bahwa pertandingan fase gugur memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan laga sebelumnya, terutama karena hasil pertandingan menentukan tiket menuju semifinal.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez menegaskan aparat akan meningkatkan kewaspadaan selama dan setelah pertandingan berlangsung.

"Kami akan sangat waspada selama perayaan berlangsung, apa pun hasil akhirnya," ujar Nuñez dalam wawancara dengan televisi publik Prancis.

Meski demikian, pemerintah tidak berencana langsung membubarkan kerumunan suporter selama situasi masih dapat dikendalikan.

Bayang-bayang Kerusuhan PSG

Kekhawatiran aparat tidak lepas dari pengalaman beberapa bulan lalu ketika sekitar 20.000 orang turun ke jalan merayakan keberhasilan Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions UEFA untuk kedua kalinya secara beruntun.

Perayaan tersebut berubah ricuh setelah terjadi bentrokan antara sebagian suporter dan polisi. Insiden itu kemudian dimanfaatkan kelompok sayap kanan untuk kembali mengkritik komunitas imigran di Prancis.

Media Prancis Le Parisien bahkan melaporkan aparat keamanan secara internal mengategorikan laga Prancis kontra Maroko sebagai pertandingan berisiko tinggi karena mempertaruhkan tiket ke semifinal.

Hubungan Prancis-Maroko Semakin Erat

Hubungan kedua negara mengalami perbaikan signifikan sejak Macron mendukung proposal Maroko terkait Sahara Barat pada 2024. Kebijakan itu menyelaraskan posisi Prancis dengan sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat dan Spanyol.

Sebelumnya hubungan kedua negara sempat memburuk akibat tuduhan penggunaan spyware Pegasus terhadap pejabat Prancis, termasuk Macron, serta penolakan Maroko atas bantuan Prancis setelah gempa besar yang melanda negara tersebut pada 2023.

Saat ini kerja sama kedua negara kembali menguat, terutama dalam bidang perdagangan, keamanan, intelijen, dan pengelolaan migrasi.

Persahabatan Mbappé dan Hakimi Jadi Sorotan

Pertandingan juga menghadirkan kisah menarik di lapangan. Kapten Prancis Kylian Mbappé akan berhadapan dengan kapten Maroko Achraf Hakimi, sahabat dekat sekaligus mantan rekan setim di Paris Saint-Germain.

Pertemuan kedua negara pada semifinal Piala Dunia 2022 sebelumnya berlangsung relatif kondusif meski sempat diwarnai sejumlah penangkapan tanpa kerusuhan besar.

Namun aparat tetap mengantisipasi potensi gesekan antara pendukung Maroko dan sebagian komunitas keturunan Aljazair di Prancis, mengingat hubungan diplomatik kedua negara Afrika Utara tersebut masih kerap diwarnai ketegangan.

Pengamat politik juga menilai kelompok sayap kanan kemungkinan akan memanfaatkan setiap insiden yang terjadi untuk mengangkat isu imigrasi menjelang Pemilihan Presiden Prancis 2027.

Menariknya, di tengah dinamika politik tersebut, hubungan persahabatan Prancis-Maroko justru mendapat dukungan lintas partai. Ketua Kelompok Persahabatan Prancis-Maroko di parlemen, Hélène Laporte dari National Rally, menyebut hubungan kedua negara dibangun atas "ikatan kemanusiaan yang mendalam dan persahabatan yang tulus."

Sumber: Politico

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.