Uganda Resmi Bebas Ebola, Namun Wabah di Kongo Terus Meluas dan Tewaskan Lebih dari 1.400 Orang

AKURAT.CO Uganda secara resmi menyatakan negaranya bebas dari wabah Ebola setelah pasien terakhir dipulangkan pada pertengahan Juni 2026. Meski demikian, ancaman penyakit mematikan tersebut masih membayangi kawasan Afrika Tengah karena wabah di Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) terus menyebar dengan cepat.
Kementerian Kesehatan Uganda menyatakan seluruh kontak erat pasien telah menyelesaikan masa karantina wajib selama 21 hari tanpa ditemukan penularan baru. Selain itu, pengawasan intensif juga tidak menemukan adanya penyebaran Ebola di masyarakat.
"Berbeda dengan wabah Ebola sebelumnya, wabah Ebola Uganda tahun 2026 berasal dari kasus impor yang terdokumentasi dengan jelas. Seluruh kontak yang teridentifikasi telah menyelesaikan karantina tanpa bukti adanya penularan lanjutan," demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Uganda, Selasa (28/7/2026).
Wabah Berasal dari Kasus Impor dari Kongo
Otoritas kesehatan Uganda menjelaskan bahwa wabah di negara tersebut berawal dari warga DR Kongo yang melintasi perbatasan untuk mencari pengobatan sebelum diketahui mengidap Ebola.
Pada 15 Mei lalu, DR Kongo mengumumkan wabah Ebola di Provinsi Ituri. Di hari yang sama, Uganda mengonfirmasi dua kasus Ebola, termasuk seorang pasien yang telah meninggal dunia.
Wabah tersebut disebabkan oleh virus Ebola jenis Bundibugyo, yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun terapi yang disetujui secara luas.
Langkah Cepat Uganda Berhasil Hentikan Penularan
Berbekal pengalaman menghadapi sejumlah wabah Ebola sebelumnya, pemerintah Uganda bergerak cepat setelah kasus pertama dikonfirmasi.
Presiden Uganda mengimbau masyarakat menghentikan tradisi berjabat tangan untuk mengurangi risiko penularan. Pemerintah juga menunda acara keagamaan tahunan di dekat Kampala yang biasanya dihadiri ribuan peziarah dari Kongo dan negara-negara tetangga.
Selain itu, Uganda menghentikan sementara seluruh transportasi umum dan penerbangan menuju serta dari DR Kongo guna mencegah penyebaran virus lintas negara.
Langkah-langkah tersebut dinilai berhasil memutus rantai penularan hingga Uganda kini resmi dinyatakan bebas Ebola.
DR Kongo Masih Berjuang Hadapi Wabah Terburuk
Berbeda dengan Uganda, situasi di DR Kongo justru semakin mengkhawatirkan.
Kementerian Kesehatan DR Kongo melaporkan jumlah kasus Ebola yang terkonfirmasi telah mencapai 3.262 kasus, dengan 1.437 kematian. Otoritas setempat menyebut wabah kali ini sebagai penyebaran Ebola tercepat dalam sejarah negara tersebut.
Jumlah kasus diperkirakan segera melampaui rekor wabah terbesar sebelumnya yang berlangsung selama dua tahun, sementara wabah saat ini baru berlangsung sekitar 10 pekan.
Di tingkat global, hanya wabah Ebola Afrika Barat pada 2014–2016 yang mencatat angka lebih tinggi, yakni sekitar 28.000 kasus dan lebih dari 11.000 kematian.
WHO Soroti Sulitnya Pengendalian Wabah
Pesatnya penyebaran Ebola di DR Kongo diperparah oleh sulitnya akses menuju sejumlah wilayah terdampak. Beberapa daerah dilaporkan tidak dapat dijangkau petugas kesehatan akibat serangan kelompok bersenjata maupun aksi penolakan warga.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa pelacakan kontak dan isolasi pasien merupakan langkah paling efektif untuk menghentikan penyebaran Ebola.
Virus Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita atau benda yang terkontaminasi. WHO meyakini kelelawar buah merupakan inang alami virus penyebab penyakit tersebut.
Meski Uganda telah berhasil menghentikan penularan di dalam negeri, para ahli mengingatkan bahwa risiko penyebaran lintas batas masih tetap tinggi selama wabah di DR Kongo belum berhasil dikendalikan.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







