Benarkah Orang Dewasa Bisa Kena Campak? Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

AKURAT.CO Banyak orang mengira bahwa campak hanyalah penyakit "langganan" anak-anak. Padahal, kenyataannya orang dewasa juga bisa terserang infeksi ini, bahkan dengan risiko komplikasi yang jauh lebih berat. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di awal tahun 2026, kasus campak kembali menjadi perhatian serius di Indonesia.
Penyakit yang sering disebut "gabagen" ini tidak boleh disepelekan. Bagi orang dewasa yang belum pernah terkena campak atau belum mendapatkan vaksinasi lengkap, gejalanya bisa terasa sangat menyiksa dan mengganggu aktivitas harian.
Mengenal Ciri-Ciri Campak pada Orang Dewasa
Dikutip dari Hello Sehat, Campak disebabkan oleh paramyxovirus yang memiliki masa inkubasi sekitar 10 hingga 14 hari. Artinya, kamu mungkin baru merasakan gejala setelah dua minggu terpapar virus. Berikut adalah ciri-ciri awal yang biasanya muncul:
Baca Juga: Menkes: Campak Jadi Ancaman Utama di Wilayah Bencana Sumatera
Demam Tinggi: Suhu tubuh bisa melonjak drastis hingga mencapai 40 derajat Celcius.
Gejala Mirip Flu: Batuk kering, pilek, bersin, dan sakit tenggorokan.
Mata Merah (Konjungtivitis): Mata tampak berair, merah, dan menjadi sangat sensitif terhadap cahaya matahari atau lampu terang.
Bintik Koplik: Munculnya bintik putih keabu-abuan di area dalam mulut atau tenggorokan sekitar 2-3 hari setelah gejala awal.
Ruam Khas: Ruam merah kecokelatan biasanya muncul mulai dari garis rambut atau belakang telinga, lalu menyebar ke seluruh tubuh dalam beberapa hari.
Meskipun gejalanya mirip dengan yang dialami anak-anak, pada orang dewasa intensitas rasa sakit dan kelelahan biasanya bertahan lebih lama.
Penyebab dan Faktor Risikonya
Penyebab utama campak adalah virus yang sangat mudah menular melalui percikan cairan pernapasan (droplets). Kamu bisa tertular saat menghirup udara yang terpapar batuk atau bersin orang yang terinfeksi, atau menyentuh benda yang terkena virus lalu memegang area wajah.
Beberapa faktor yang membuat orang dewasa lebih rentan terkena campak antara lain:
Belum pernah mendapatkan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) secara lengkap.
Memiliki sistem imun yang lemah (misalnya pengidap HIV atau sedang menjalani pengobatan kanker).
Ibu hamil yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap campak.
Bepergian ke daerah dengan lonjakan kasus campak yang tinggi.
Baca Juga: KLB Campak di Sumenep, Dasco Langsung Telepon Menkes untuk Penanganan Cepat
Risiko Komplikasi yang Harus Diwaspadai
Dikutip dari laman Cleveland Clinic, campak pada dewasa bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani dengan benar, seperti:
Pneumonia: Peradangan paru-paru yang ditandai dengan sesak napas dan nyeri dada.
Ensefalitis: Peradangan pada otak yang berisiko menyebabkan kerusakan saraf permanen.
Gangguan Kehamilan: Bagi ibu hamil, campak berisiko menyebabkan kelahiran prematur hingga keguguran.
Cara Mengobati Penyakit Campak
Sebenarnya, tidak ada obat medis khusus untuk mematikan virus campak secara instan. Tubuh akan melawan virus tersebut secara alami dalam waktu 10 hingga 14 hari. Namun, kamu bisa mempercepat pemulihan dengan langkah berikut:
Istirahat Total: Berikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan sistem imun.
Hidrasi yang Cukup: Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi akibat demam.
Obat Pereda Nyeri: Gunakan paracetamol untuk menurunkan demam dan mengurangi pegal-pegal.
Gunakan Humidifier: Uap air hangat membantu melegakan hidung tersumbat dan batuk.
Vitamin A: Mengonsumsi asupan bergizi atau suplemen tambahan dapat membantu proses penyembuhan jaringan tubuh.
Apakah orang dewasa yang sudah pernah kena campak bisa kena lagi?
Biasanya tidak. Sekali kamu terkena campak, tubuh umumnya membentuk kekebalan seumur hidup terhadap virus tersebut.
Bolehkah penderita campak mandi?
Boleh. Mandi dengan air hangat justru dapat membantu menurunkan demam dan menjaga kebersihan kulit agar ruam tidak terinfeksi bakteri, asalkan setelah mandi tubuh segera dikeringkan dan tidak kedinginan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









