Pimpinan MT As-Saba' Bogor: Marah di Medsos Tak Batalkan Puasa, Tapi Bisa Bahayakan Ini

AKURAT.CO Pimpinan Majelis Taklim As-Saba’ Bogor, M. Fadhil Wasakil Kosi, S.Ag., menjadi narasumber dalam program Kultum Ramadhan Akurat.co 2026 yang tayang pada Sabtu (14/3/2026) pukul 17.45 WIB melalui kanal resmi Akurat.co.
Dalam tausiyahnya, Fadhil menjawab pertanyaan seputar fenomena marah-marah di media sosial saat berpuasa, terutama di kalangan generasi muda. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak secara otomatis membatalkan puasa, namun dapat merusak dan mengurangi pahala yang seharusnya diperoleh.
“Ada dua hal yang mempengaruhi puasa kita. Pertama, yang benar-benar membatalkan puasa atau mubthilatus shiyam. Kedua, hal-hal yang tidak membatalkan, tapi merusak pahala puasa,” ujar Fadhil.
Ia menjelaskan, yang termasuk membatalkan puasa antara lain memasukkan sesuatu ke dalam rongga tubuh secara sengaja, muntah dengan sengaja, hubungan suami istri di siang hari Ramadan, keluar mani dengan sengaja, haid dan nifas bagi perempuan, hilang akal, serta murtad.
Sementara itu, marah-marah di media sosial, berdebat di kolom komentar, atau meluapkan emosi saat bermain gim daring tidak membatalkan puasa, namun dapat mengurangi nilai ibadahnya.
“Puasa itu adalah perisai. Kata Nabi SAW, ash-shiyamu junnah. Puasa menjadi benteng agar kita mampu mengendalikan hawa nafsu, termasuk menahan amarah, baik di dunia nyata maupun di media sosial,” jelasnya.
Menurut Fadhil, fenomena emosi di media sosial sering dianggap sepele, padahal bisa membuat pahala puasa terkikis. Ia mengingatkan agar umat Islam lebih bijak dalam menggunakan gawai selama Ramadan.
“Scroll media sosial boleh, main gim boleh, tapi batasi waktu dan hindari hal-hal negatif. Jangan sampai puasa kita aman dari makan dan minum, tapi pahala hangus di kolom komentar,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperluas pemahaman tentang ibadah. Mengutip pendapat para ulama, Fadhil menyampaikan bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada salat, zakat, puasa, dan haji, tetapi segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah SWT.
“Setiap aktivitas yang Allah suka dan ridhai itu ibadah. Mata yang digunakan untuk melihat hal baik, tangan yang dipakai menyebarkan kebaikan, itu semua bernilai ibadah,” katanya.
Baca Juga: Kultum Ramadan Akurat.co 2026: Muhammad Jakarianto Ingatkan Bahaya Nyinyir Saat Puasa
Program Kultum Ramadhan Akurat.co 2026 ini turut terselenggara atas dukungan dari Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), yang berkolaborasi dalam mendukung syiar dan literasi keislaman selama bulan suci Ramadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








